Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Delapan Desa di Madiun Rawan Banjir, Bupati Bentuk Kampung Siaga Bencana

Loditya Fernandes • Minggu, 23 November 2025 | 02:00 WIB
Petugas dan warga mengikuti apel siaga pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) Wonotirto untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim pancaroba. LODITYA FERNANDES/RADAR MADIUN
Petugas dan warga mengikuti apel siaga pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) Wonotirto untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim pancaroba. LODITYA FERNANDES/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Pemkab Madiun memperkuat langkah antisipasi bencana pada musim pancaroba.

Kecamatan Pilangkenceng menjadi prioritas pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) karena memiliki delapan desa rawan banjir.

’’Ini musim pancaroba. Harus siap siaga. Alhamdulillah Kemensos memberikan fasilitas sehingga masyarakat bisa mendapatkan pelatihan,’’ ujar Bupati Madiun Hari Wuryanto.

Mas Hari–sapaan bupati–menyebut intensitas hujan tinggi kerap membuat sejumlah desa terdampak banjir.

Mitigasi diperkuat agar warga memiliki kesiapsiagaan saat terjadi kondisi darurat.

’’Karena wilayahnya bukan pegunungan, yang utama di sini memang banjir,’’ ungkapnya.

Pembentukan KSB akan diperluas ke seluruh kecamatan secara bertahap mengikuti kemampuan anggaran daerah.

Hasil simulasi juga disebarluaskan ke para camat sebagai pedoman penanganan.

’’Targetnya 15 kecamatan terbentuk semua. Bertahap, karena anggarannya terbatas,’’ jelasnya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Madiun Supriyadi menegaskan KSB merupakan fasilitasi Kemensos untuk menumbuhkan kemandirian masyarakat menghadapi bencana.

Lima desa dipilih mengikuti pelatihan karena paling sering terdampak banjir, meski cakupannya berlaku untuk seluruh kecamatan.

’’Anggotanya lima desa, tapi fungsinya untuk satu kecamatan,’’ terangnya.

Pengukuhan yang dikemas dalam apel siaga itu dihadiri perwakilan Kemensos RI, Dinsos Jatim, perangkat daerah, Forkopimcam Pilangkenceng, Tagana, dan tokoh masyarakat.

Pemerintah pusat turut menyerahkan bantuan logistik lumbung sosial senilai Rp 294,6 juta. (odi/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#mitigasi bencana #Kampung Siaga Bencana #KSB Madiun #bencana madiun #desa rawan banjir #madiun #apel siaga bencana #pilangkenceng #kemensos #hari wuryanto