Jawa Pos Radar Madiun – Jadwal pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Nglames kembali mengalami perubahan.
Penandatanganan kontrak yang semula dijadwalkan 25 November, dipastikan mundur ke 8 Desember.
Meski begitu, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Madiun menegaskan progres tetap on track sesuai koordinasi dengan kementerian.
“Informasi terbaru, penandatanganan kontrak kemungkinan bergeser menjadi 8 Desember,” ujar Kepala Dinsos Kabupaten Madiun Supriyadi, Minggu (23/11).
Proyek SR merupakan program fasilitasi Kementerian Sosial dengan pelaksana fisik dari Kementerian PUPR.
Pemkab kini menyelesaikan serangkaian perizinan dan administrasi pendukung agar pembangunan bisa segera dimulai setelah kontrak diteken.
Targetnya, kegiatan fisik dikebut dan SR dapat beroperasi pertengahan 2026.
“Insyaallah kalau pembangunan bisa segera dilaksanakan, sekitar Juni–Juli tahun depan SR sudah bisa operasional,” jelasnya.
Lahan proyek dipastikan berada di area tanah bekas bengkok Kelurahan Nglames.
Penyiapan lahan saat ini berjalan paralel, termasuk rencana pengurukan yang akan dimulai setelah kontrak ditandatangani.
“Lahannya di eks-bengkok Nglames, semua masih on process menunggu kabar resmi PUPR,” imbuh Supriyadi.
Sebelumnya, pemkab menggelar rapat percepatan dengan sejumlah OPD seperti Bapperida, Dikbud, DPUPR, dan DPMPTSP.
Langkah itu untuk memastikan seluruh persyaratan, termasuk IMB dan dokumen teknis, dapat tuntas tahun ini.
Arahannya selaras dengan instruksi Kemensos dan Bupati Madiun agar pengerjaan SR tidak molor. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto