Jawa Pos Radar Madiun – Pergelaran Hari Wayang Nasional di Halaman Pendopo Ronggo Djoemeno berlangsung meriah, kemarin (24/11).
Puluhan dalang bocah dan remaja tampil bergantian sejak pagi hingga malam, menampilkan kemampuan mendalang lengkap dengan sinden dan nayaga cilik.
Kegiatan yang diinisiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Madiun itu menghadirkan 24 dalang anak dan enam dalang remaja.
Kepala Dikbud Madiun Agus Sucipto menyebut ajang ini menjadi ruang edukasi karakter sekaligus menanamkan kecintaan budaya pada generasi muda.
“Kami berikan kesempatan, wahana untuk pendidikan karakter terutama budaya wayang,” ujarnya.
Setiap dalang bocah mendapat waktu tampil 30 menit, sementara dalang remaja tampil 60 menit.
Agus berharap anak-anak tidak hanya mahir memainkan wayang, tetapi juga memahami nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam cerita-cerita pewayangan.
“Harapannya mereka tumbuh memiliki kesadaran dan kecintaan terhadap seni budaya untuk membangun Kabupaten Madiun Bersahaja,” lanjutnya.
Sambutan Bupati Madiun yang disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Soedjiono, menegaskan pentingnya pelestarian seni pedalangan.
Wayang telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda sejak 7 November 2003.
Ia menyebut Madiun memiliki jejak panjang dalam dunia pedalangan, salah satunya melalui maestro Ki Gondo Buwono.
“Saya bangga melihat anak-anak kita cinta kepada seni budaya wayang,” paparnya. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto