Jawa Pos Radar Madiun – Menyusul dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa puluhan siswa di Kecamatan Mejayan, pihak SPPG Cinta Anak akhirnya menghentikan sementara seluruh operasional distribusi MBG.
Keputusan ini diambil setelah laporan 52 siswa mengalami gejala mual, muntah, dan sakit perut usai menyantap menu nasi goreng, Kamis (27/11).
Kepala SPPG Cinta Anak, Sendi Wicaksono, menegaskan bahwa menu yang dikirim dalam kondisi layak konsumsi.
Bahkan pengecekan internal dilakukan sebelum makanan didistribusikan ke sekolah-sekolah.
“Saat pengiriman pagi itu nasi goreng masih bagus. Baru setelah dicek lagi di sekolah ada yang rasanya tidak enak,” ujarnya.
Sendi mengungkapkan proses memasak dimulai sekitar pukul 00.00, namun nasi goreng baru selesai dibuat sekitar pukul 03.00.
Menu kemudian dikemas dan dikirim ke 32 lembaga pendidikan dengan total penerima 2.819 siswa.
“Kami edarkan jam 07.00 pagi,” tambahnya.
Adapun menu MBG hari itu terdiri atas nasi goreng jagung, pangsit, edamame, telur, buah semangka dan minuman susu Cimory.
Begitu laporan dugaan keracunan muncul, tim SPPG langsung menarik seluruh paket makanan yang terlanjur dikirim ke sekolah-sekolah.
“Semua sampel sudah kami bawa ke laboratorium melalui kepolisian. Kami tidak ingin berspekulasi,” tegas Sendi.
Selain itu, SPPG Cinta Anak memutuskan untuk menunda sementara seluruh kegiatan penyaluran MBG sambil menunggu hasil laboratorium dan arahan pemerintah serta kepolisian.
“Program kami hentikan dulu, belum tahu sampai kapan. Menunggu hasil lab dan arahan lebih lanjut,” pungkasnya. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto