Jawa Pos Radar Madiun – Kegiatan Bakti Sosial Terpadu (BST) kembali digelar Pemkab Madiun.
Bupati Madiun Hari Wuryanto dan Wakil Bupati dr Purnomo Hadi selama dua hari (26-27 November) menginap di Desa Muneng, Kecamatan Pilangkenceng.
Melalui BST, bupati dan wabup menjaring aspirasi masyarakat secara langsung.
Pada gelaran tersebut, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) turut hadir memberikan pelayanan masyarakat.
Salah satunya Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun yang juga memberikan kontribusinya melalui layanan kesehatan hewan gratis.
Selain itu juga pemberian bantuan susu dan telur kepada balita dan anak-anak sekolah di desa setempat.
“Untuk pemberian susu dan telur ini untuk mendukung isu strategis penanganan stunting, susu dan telur ini kandungan proteinnya cukup tinggi, dan ini kami rutin berikan ketika ada giat BST seperti ini,” ungkap Kabid Peternakan DKPP Kabupaten Madiun, Harris Imballo.
Sebanyak 500 paket bantuan susu dan telur diberikan kepada lima titik sasaran, diantaranya posyandu anak dan balita, siswa PAUD, TK dan RA, serta SDN di Desa Muneng.
Sedangkan untuk pelayanan kesehatan hewan gratis yang diberikan meliputi konsultasi kesehatan hewan, pengobatan hewan, pemeriksaan kebuntingan.
Pihak DKPP juga memberikan layanan vaksinasi hingga kawin suntik inseminasi buatan untuk hewan ternak.
“Pada layanan kesehatan ini kami langsung datang ke kandang-kandang warga memeriksa kondisi hewan dan memberikan vitamin penunjang kesehatan ternak, lalu ada juga vaksinasi PMK (penyakit mulut dan kuku) gratis serta konsultasi masalah kesehatan hewan agar tidak mudah sakit,” tuturnya.
Yayan Kristanto, peternak asal Desa Muneng mengaku senang dengan adanya pelayanan kesehatan hewan gratis yang dibuka DKPP di desanya.
Menurutnya, kegiatan ini sangat membantu warga yang ingin menyampaikan keluhan terkait masalah kesehatan hewan.
“Alhamdulillah, kegiatan ini sangat baik. Membantu sekali terutama peternak-peternak muda seperti saya ini mau keluhannya apa, lalu terjawab langsung bagaimana solusi dan penanganannya,” ujarnya. (ryu/aan/*)
Editor : Mizan Ahsani