Jawa Pos Radar Madiun – Kondisi para siswa yang dirujuk ke RSUD Caruban setelah mengalami dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menunjukkan perkembangan positif.
Dari sembilan pasien anak yang menjalani perawatan, empat di antaranya dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang.
Sementara lima siswa lainnya masih menjalani observasi tim medis.
Direktur RSUD Caruban drg Farid Amirudin mengatakan bahwa kelima siswa tersebut berada dalam kondisi stabil.
“Progres kesehatan mereka bagus. Ada yang hanya mual dan pusing ringan, bahkan ada yang sudah tidak bergejala,” ujar Farid, kemarin (28/11).
Menurutnya, pasien yang masih dirawat merupakan siswa SDN Darmorejo 1.
Mereka mendapat pemantauan ketat berupa evaluasi klinis berkala, terapi cairan via infus, serta pemberian obat sesuai gejala.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan perbaikan signifikan.
“Kami terus melakukan monitoring. Jika kondisinya konsisten membaik, kemungkinan besar bisa dipulangkan hari ini atau besok,” imbuhnya.
Awalnya, delapan siswa dirujuk oleh Puskesmas Klecorejo pada Kamis (27/11).
Namun pada sore harinya, seorang siswa lain datang secara mandiri untuk mendapatkan penanganan serupa.
Mayoritas pasien ditempatkan di ruang Palem untuk memudahkan proses pengawasan.
“Kami pusatkan di ruang Palem agar observasi lebih efektif,” jelas Farid.
Perkembangan terbaru ini menjadi kabar baik setelah sebelumnya 52 siswa SD di wilayah Mejayan mengalami mual, muntah, dan pusing usai menyantap nasi goreng menu MBG.
RSUD Caruban memastikan seluruh pasien mendapat perawatan maksimal hingga benar-benar pulih.
“Kami pastikan semua pasien tertangani dengan optimal,” tegas Farid. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto