Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Kasus BEF Mengintai, Peternak Sapi dan Kambing di Madiun Diminta Waspada

Dian Rahayu • Minggu, 30 November 2025 | 17:00 WIB
Dokter hewan DKPP Kabupaten Madiun memberikan layanan vitamin gratis kepada peternak di Desa Muneng, Pilangkenceng. DOK RADAR MADIUN
Dokter hewan DKPP Kabupaten Madiun memberikan layanan vitamin gratis kepada peternak di Desa Muneng, Pilangkenceng. DOK RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun - Musim hujan kembali menjadi periode rawan bagi peternak sapi dan kambing.

Risiko serangan penyakit demam tiga hari atau bovine ephemeral fever (BEF) meningkat tajam seiring melonjaknya populasi vektor penyakit seperti nyamuk dan lalat.

Dokter hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun, Hasbulloh Ghofur, menegaskan pentingnya menjaga kondisi ternak tetap prima.

“Musim lembap selalu menyebabkan peningkatan vektor seperti nyamuk dan lalat. Ini yang membawa virus penyakit ke ternak,” ujarnya.

Penyakit BEF biasanya menyerang sapi dan kambing melalui gigitan nyamuk, kutu, atau lalat yang berkembang pesat saat curah hujan tinggi.

Gejalanya antara lain, demam tinggi, tubuh kaku dan gemetar, keluar lendir dari hidung, serta ternak enggan makan.

Kondisi tersebut menyebabkan penurunan bobot badan secara cepat.

Pada sapi perah, produksi susu bisa anjlok drastis.

“Begitu ternak malas makan, efek penurunan bobot dan produksi susu bisa terjadi sangat cepat,” jelas Ghofur.

DKPP menekankan langkah pencegahan yang dapat dilakukan peternak.

Di antaranya, pemberian vitamin untuk menjaga metabolisme, menjaga kebersihan kandang setiap hari, mengurangi kelembapan dan mengusir vektor dengan kelambu atau tanaman herbal seperti serai.

“Ternak yang rutin diberi vitamin dan berada di kandang bersih lebih kuat menghadapi penyakit musiman seperti ini. Penyakitnya bisa diatasi dan jarang sampai mematikan,” tegasnya.

Yayan Kristianto, peternak asal Pilangkenceng, mengaku pernah mengalami kasus demam tiga hari pada sapinya.

“Saya beri vitamin dan jamu herbal, alhamdulillah sembuh. Kandang saya tutup supaya lalat tidak masuk,” ungkapnya.

Ia juga mewaspadai penyakit lain seperti lumpy skin disease (LSD) yang pernah menyerang kambingnya di musim penghujan sebelumnya. (ryu/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#DKPP Kabupaten Madiun #kambing sakit musim hujan #demam tiga hari #sapi sakit Madiun #penyakit sapi musim hujan #vektor penyakit ternak #BEF #dokter hewan Madiun #madiun #Lumpy Skin Disease #pilangkenceng