Jawa Pos Radar Madiun – Insiden dugaan keracunan menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Mejayan membuat Pemkab Madiun mengambil langkah tegas.
Bupati Madiun Hari Wuryanto menyebut kejadian yang menimpa puluhan siswa itu tidak lepas dari dugaan kelalaian pelaksana Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Saya mohon maaf, kemarin karena mungkin ada keteledoran dari pihak SPPG,” ujar Mas Hari Wur, sapaan bupati, kemarin.
Ia menegaskan pemkab sudah berulang kali mengingatkan agar seluruh SPPG patuh pada standar operasional prosedur (SOP).
Mulai proses pemilihan bahan makanan, verifikasi menu oleh Dinas Kesehatan (Dinkes), hingga pengawasan higienitas makanan sebelum dibagikan ke siswa.
“Kami berharap semua SPPG taat SOP. Dinkes sudah kami latih untuk memastikan makanan itu higienis dan sehat,” tegasnya.
Setelah kasus mencuat, Pemkab Madiun menghentikan sementara operasional SPPG Cinta Anak Klecorejo.
Evaluasi dilakukan menyeluruh, mulai dugaan titik kelalaian, proses produksi, hingga tata cara penyimpanan makanan.
“Masalahnya ada di mana, itu yang kami tinjau. Harus dibenahi agar tidak terulang,” tambahnya.
Mas Hari Wur menekankan bahwa program MBG memiliki tujuan mulia sehingga pelaksanaannya wajib disiplin.
Ia meminta seluruh pengelola SPPG meningkatkan kualitas layanan agar program berjalan aman dan tepat sasaran.
Saat ini terdapat 27 SPPG yang sudah beroperasi.
Pemkab menargetkan 45–50 layanan aktif pada Desember sesuai arahan Badan Gizi Nasional (BGN).
Targetnya, semester depan seluruh sasaran dapat menerima MBG secara merata, aman, dan berkualitas.
“Ada sedikit keteledoran yang harus dibenahi. Program ini baik, pelaksanaannya harus baik juga,” tutupnya. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto