Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Jagung Frozen Jadi Penyebab Kuat Keracunan MBG di Mejayan Madiun

Loditya Fernandes • Selasa, 2 Desember 2025 | 02:46 WIB
Koordinator SPPG Kecamatan Mejayan Andi Setyawan memaparkan hasil uji laboratorium yang mengarah pada jagung frozen sebagai penyebab dugaan keracunan menu MBG. LODITYA FERNANDES/RADAR MADIUN
Koordinator SPPG Kecamatan Mejayan Andi Setyawan memaparkan hasil uji laboratorium yang mengarah pada jagung frozen sebagai penyebab dugaan keracunan menu MBG. LODITYA FERNANDES/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun - Penyebab insiden dugaan keracunan menu makanan bergizi (MBG) di Kecamatan Mejayan mulai menemukan titik terang.

Hasil uji laboratorium Puskesmas Klecorejo mengarah pada penggunaan jagung frozen yang dicampurkan dalam menu nasi goreng Hong Kong yang disajikan kepada siswa pada 27 November lalu.

Koordinator SPPG Kecamatan Mejayan, Andi Setyawan, menyampaikan temuan tersebut dalam forum pertemuan bersama korwil, pengelola SPPG Cinta Anak Klecorejo, pihak sekolah, serta perwakilan wali murid.

Ia menegaskan pola kejadian serupa juga ditemukan di empat daerah lainnya: Ngawi, Magetan, dan Kota Madiun.

Semuanya berkaitan dengan menu nasi goreng yang menggunakan tambahan jagung frozen.

“Keempat kejadian itu polanya sama,” ujarnya, Senin (1/12).

Menurut Andi, jagung frozen tidak mampu bertahan dalam kondisi panas dan lembap di dalam ompreng setelah pemasakan massal sejak dini hari.

Perubahan kualitas bahan inilah yang diduga menimbulkan gejala keracunan pada siswa.

“Jagung frozen itu tidak tahan lama saat berada di wadah panas,” jelasnya.

Dalam forum tersebut, pihak MBG menyampaikan instruksi resmi dari pusat agar seluruh dapur MBG di Jawa Timur menghentikan penggunaan jagung sampai evaluasi menyeluruh selesai dilakukan.

Kebijakan ini diambil sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Dari BGN sudah turun perintah agar semua MBG menjauhi jagung dulu,” kata Andi.

Pihak SPPG memastikan seluruh siswa terdampak telah mendapat penanganan penuh.

Biaya perawatan di puskesmas dan rumah sakit ditanggung sepenuhnya sesuai mekanisme.

Orang tua siswa juga mendapat penjelasan mengenai proses produksi menu MBG, mulai waktu memasak hingga proses uji gizi sebelum distribusi.

Pertemuan lanjutan antara koordinator, pengelola SPPG, dan pihak sekolah dijadwalkan berlangsung di SDN Kebonagung 2 serta SDN Klecorejo untuk memastikan langkah pencegahan dapat berjalan merata. (odi/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#Puskesmas Klecorejo #makanan bergizi #jagung frozen #Keracunan siswa #nasi goreng hong kong #madiun #MBG Madiun #keracunan mbg #mejayan #BGN