Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Usai Dugaan Keracunan, Orang Tua di Madiun Minta MBG Diawasi Ketat Sebelum Jalan Lagi

Loditya Fernandes • Selasa, 2 Desember 2025 | 17:00 WIB
Kekhawatiran wali murid masih terasa usai insiden dugaan keracunan MBG, meski seluruh siswa kini sudah pulih. LODITYA FERNANDES/RADAR MADIUN
Kekhawatiran wali murid masih terasa usai insiden dugaan keracunan MBG, meski seluruh siswa kini sudah pulih. LODITYA FERNANDES/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Kekhawatiran masih membayangi sebagian wali murid usai insiden dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Mejayan.

Meski kondisi seluruh siswa telah pulih, para orang tua meminta pengawasan terhadap penyediaan makanan diperketat sebelum program kembali berjalan.

Darti, ibu dari Mutiara Aqila Hayati—siswa SDN Darmorejo 1 yang sempat dirawat di RSUD Caruban—mengaku lega setelah putrinya dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang pada Sabtu (29/11).

“Ya namanya orang tua pasti ada kekhawatiran,” tuturnya.

Ia sempat menunggu kepastian administrasi pemulangan karena biaya perawatan ditanggung pemerintah daerah.

“Akhirnya semua ditanggung pemerintah,” imbuhnya.

Terkait kelanjutan MBG, Darti menegaskan bahwa orang tua tidak menolak program, namun meminta jaminan keamanan konsumsi.

Pengawasan dapur sehat SPPG diminta dilakukan lebih ketat dan melibatkan pihak kesehatan sebelum makanan dibagikan.

“Harapan saya ya sesuai keputusan bersama saja, gimana baiknya,” ujarnya.

Kepala SDN Darmorejo 1, Retno Nur Hayati, menyebut kondisi seluruh siswa kini telah normal.

Dari 95 siswa, sebanyak 20 anak sempat mengalami mual dan pusing.

Lima siswa yang dirawat dan dipulangkan Sabtu lalu juga sudah kembali masuk sekolah.

“Alhamdulillah semuanya sudah kembali masuk dan bahkan ikut upacara sampai selesai,” kata Retno.

Menurutnya, penghentian sementara program MBG tidak terlalu memengaruhi aktivitas belajar mengajar.

Sejak lama sekolah telah membiasakan siswa membawa bekal dari rumah, sehingga pola tersebut langsung kembali diterapkan.

“Ada juga orang tua yang mengantarkan bekal langsung ke sekolah,” jelasnya.

Wali murid berharap evaluasi total terhadap SOP, higienitas, serta mekanisme verifikasi menu dilakukan sebelum program kembali bergulir. (odi/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#keamanan makanan sekolah #RSUD Caruban #dugaan keracunan MBG #SPPG Madiun #orang tua siswa Madiun #program Makan Bergizi Gratis #SDN Darmorejo 1 #madiun #MBG Madiun