Jawa Pos Radar Madiun – Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) digelar Pemerintah Kabupaten Madiun sebagai bagian dari peringatan Hari HIV/AIDS.
Kegiatan skrining kesehatan yang berlangsung di Balai Desa Sugihwaras, Kecamatan Saradan, itu menjadi langkah awal deteksi dini sekaligus upaya menekan penambahan kasus.
Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan skrining ini penting untuk menemukan kasus secara cepat.
‘’Tujuannya untuk skrining awal penyakit umum yang dialami masyarakat, salah satunya HIV/AIDS. Ini langkah awal mengurangi perkembangan kasus AIDS di Kabupaten Madiun,” ujarnya, Selasa (2/12).
Data terbaru menunjukkan lonjakan temuan kasus HIV.
Tahun ini tercatat 191 kasus baru, dengan 31 penderita meninggal.
Angka tersebut lebih tinggi dibanding 2024 yang mencatat 109 kasus baru dan 27 kematian.
Secara kumulatif, sudah ada 1.516 kasus HIV/AIDS di Kabupaten Madiun, baik yang masih hidup maupun telah meninggal.
‘’Tertinggi di Kecamatan Jiwan 181 kasus dan Kecamatan Saradan 170 kasus. Kami upayakan semaksimal mungkin agar teratasi semua,” jelasnya.
Hari Wuryanto menekankan bahwa penanganan HIV/AIDS tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat.
Pemkab telah meminta pemerintah desa lebih terbuka jika ada warga yang terindikasi ODHA supaya bisa segera ditangani.
‘’Biasanya penderita merasa malu atau enggan. Ini jangan sampai disembunyikan, harus segera diperiksa dan diobati,” tuturnya.
Menurutnya, keterbukaan sangat penting untuk mencegah penularan yang lebih luas.
Pencegahan dini disebut lebih efektif ketimbang menunggu kondisi memburuk.
“Jika tidak segera diatasi, dapat berpotensi menambah penularan ke yang lain. Kami yakin seluruh penyakit bisa diobati, termasuk HIV/AIDS ini,” tandasnya. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto