Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Bupati Madiun Sidak Jelang Nataru: Stok Beras Melimpah, Harga Terkendali!

Loditya Fernandes • Jumat, 5 Desember 2025 | 14:28 WIB
Bupati Madiun Hari Wuryanto dan Wakil Bupati dr. Purnomo Hadi mengecek stok beras di Gudang Bulog Jerukgulung saat sidak jelang Nataru. FOTO: Loditya Fernandez/Radar Madiun
Bupati Madiun Hari Wuryanto dan Wakil Bupati dr. Purnomo Hadi mengecek stok beras di Gudang Bulog Jerukgulung saat sidak jelang Nataru. FOTO: Loditya Fernandez/Radar Madiun

Jawa Pos Radar Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun memastikan kesiapan menghadapi lonjakan kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama Wakil Bupati dr. Purnomo Hadi turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar, gudang logistik, hingga fasilitas penggilingan padi, kemarin (4/12).

Sidak tersebut turut melibatkan jajaran Forkopimda sebagai langkah antisipasi terhadap potensi permainan harga dan isu kelangkaan barang.

“Alhamdulillah, mayoritas harga kebutuhan pokok terkendali. Hanya cabai dan bawang merah yang naik,” ujar Mas Hari Wur.

Rangkaian sidak dimulai dari Gudang Logistik Wing’s Jiwan, berlanjut ke Pasar Sukolilo, Gerakan Pangan Murah (GPM) Sumberbening, penggilingan padi UD Sumber Asri Sejahtera, dan berakhir di Gudang Bulog Jerukgulung.

Dari hasil pengecekan, pemerintah memastikan stok beras dan kebutuhan pokok aman selama momentum akhir tahun.

“Panjenengan sampun pirsani dewe, stok Bulog tidak mungkin habis. Jadi jangan khawatir, Kabupaten Madiun siap menghadapi Nataru,” tegas bupati.

Di penggilingan padi, produksi beras dilaporkan stabil. Harga gabah juga menguntungkan petani karena Bulog siap menyerap minimal Rp 6.500 per kilogram.

“Produksi kita melimpah dan harga terjamin. Petani bersyukur karena hasil panen aman terserap,” imbuhnya.

Dua komoditas yang menjadi perhatian khusus adalah cabai dan bawang merah yang mengalami kenaikan signifikan.

Bupati menyoroti perbedaan mencolok antara harga cabai di tingkat petani milenial Sumberbening sebesar Rp 4.000 per 10 ons, dan harga di Pasar Sukolilo yang menembus Rp 90.000 per kilogram.

“Selisihnya jauh. Ini yang kita antisipasi agar tidak terjadi lonjakan yang memberatkan masyarakat kecil,” jelasnya.

Gerakan Pangan Murah (GPM) dipastikan tetap membantu menjaga harga komoditas sensitif, termasuk cabai dan bawang merah.

Program ini menjadi instrumen penting menekan inflasi daerah.

“Pastilah GPM ikut menekan inflasi. Jangan sampai inflasinya naik,” tegasnya. (

Editor : Hengky Ristanto
#Sidak harga Nataru #Harga kebutuhan pokok Madiun #inflasi daerah #stok beras bulog #GPM Madiun #Pengendalian pangan Nataru #Bupati Madiun sidak pasar #madiun #Harga Cabai Naik