Jawa Pos Radar Madiun – Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, ketersediaan stok beras di wilayah Madiun dipastikan aman.
Bulog menyatakan stok yang ada mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga satu tahun ke depan.
“Stok kami sangat mencukupi. Masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Pimpinan Cabang Bulog Madiun, Agung Sarianto, Jumat (5/12).
Bulog Madiun mencatat total stok beras mencapai 60.900 ton.
Jumlah tersebut mencakup kebutuhan bantuan pangan, penyaluran beras SPHP, serta cadangan strategis hingga 12 bulan mendatang.
Agung menegaskan bahwa suplai beras tetap stabil meski permintaan meningkat menjelang akhir tahun.
“Dengan stok yang ada, kebutuhan setahun ke depan aman sekali,” tuturnya.
Memasuki Desember, permintaan beras SPHP menunjukkan tren peningkatan.
Jika sebelumnya distribusi hanya 40–50 ton per hari, kini melonjak menjadi 80–90 ton per hari.
Sidak di Pasar Sukolilo Jiwan memperlihatkan tingginya minat pedagang terhadap beras SPHP, meski pasar tersebut bukan pasar besar.
“Permintaan memang naik. Tapi berapapun kebutuhan sampai akhir tahun akan kami siapkan,” jelas Agung.
Untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi masyarakat, Bulog memastikan siap mengeluarkan stok dalam jumlah besar.
“Kami mampu menyalurkan 100–200 ton per hari jika diperlukan,” ungkap Agung. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto