Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Masuki Musim Hujan, Bupati Madiun Siagakan Pasukan dan Logistik Hadapi Bencana

Loditya Fernandes • Jumat, 12 Desember 2025 | 13:10 WIB
Personel BPBD Kabupaten Madiun mengikuti Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi 2025 di Lapangan Desa Kuwu, Balerejo. LODITYA FERNANDES/RADAR MADIUN
Personel BPBD Kabupaten Madiun mengikuti Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi 2025 di Lapangan Desa Kuwu, Balerejo. LODITYA FERNANDES/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Pemkab Madiun kembali menegaskan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di musim penghujan.

Hal itu ditandai dengan pelaksanaan Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi 2025 oleh BPBD Kabupaten Madiun di Lapangan Desa Kuwu, Kecamatan Balerejo, kemarin (11/12).

Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan bahwa sejumlah wilayah memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Mulai potensi banjir hingga tanah longsor.

“Balerejo, Madiun, Wungu, dan Pilangkenceng rawan banjir. Sementara Dagangan, Kare, Gemarang, dan Saradan kerap longsor. Ini yang terus kami antisipasi,” ujar Mas Hari seusai memimpin apel.

Mas Hari Wur memastikan mitigasi sudah berjalan sejak awal musim penghujan.

Pemkab menyiapkan titik pemantauan di wilayah rawan agar informasi bencana bisa cepat tersebar ke masyarakat dan tim lapangan.

“Sarana prasarana juga siap. Insyaallah logistik aman karena Madiun termasuk sumber pangan. Kebutuhan warga saat bencana tidak akan kekurangan,” jelasnya.

Ia menegaskan seluruh unsur mulai TNI/Polri, relawan, instansi hingga masyarakat harus siap bergerak kapan saja.

“Kesiapan ini penting meski bencana tidak diharapkan,” tambahnya.

Plt Kalaksa BPBD Kabupaten Madiun Boby Saktia Putra Lubis menambahkan, pihaknya menyiagakan 30 personel Tim Reaksi Cepat (TRC) dalam enam regu di pos BPBD.

Kekuatan lapangan juga diperkuat relawan kecamatan yang memantau kondisi cuaca secara real time.

“Apel ini untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa kami siap menghadapi bencana 2025, baik dari sisi personel maupun pemantauan wilayah rawan,” ujarnya.

BPBD juga menyiapkan perlengkapan operasi seperti perahu karet, lampu, dan wifi portabel.

Sementara bantuan logistik dari Pemprov Jatim juga telah tiba: lauk pauk, selimut, hingga popok bayi untuk kebutuhan darurat.

“Logistik sudah kami kelompokkan sesuai jenis bencana agar langsung bisa didistribusikan,” pungkas Boby. (odi/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#mitigasi bencana #bpbd madiun #musim hujan Madiun #Trc BPBD #banjir madiun #Bencana hidrometeorologi #madiun #longsor madiun #Apel Kesiapsiagaan #hari wuryanto