Jawa Pos Radar Madiun – Sebanyak 14 sekolah dan madrasah di Kabupaten Madiun berhasil meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata tingkat Mandiri dan Nasional 2025.
Penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) tersebut diserahkan pada acara penganugerahan di Gedung Sasono Utomo, TMII, Jakarta Timur, Kamis (11/12).
“Penghargaan ini menunjukkan komitmen sekolah dalam gerakan peduli dan berperilaku ramah lingkungan,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Madiun Muhamad Zahrowi.
Tahun ini, KLH menetapkan 258 sekolah sebagai penerima predikat Adiwiyata Mandiri dan 721 sekolah sebagai Adiwiyata Nasional.
Kabupaten Madiun menyumbang satu sekolah pada kategori Mandiri.
Sekolah tersebut yakni SMPN 3 Mejayan, yang sekaligus menjadi satu dari hanya 16 sekolah se-Indonesia yang menerima penghargaan langsung dari Menteri KLH Dr Hanif Faisol Nurofiq.
“Ini pencapaian yang membanggakan karena SMPN 3 Mejayan menjadi wakil yang menerima penghargaan langsung dari Bapak Menteri,” ungkap Zahrowi.
Selain penghargaan Mandiri, 13 sekolah dan madrasah dari Kabupaten Madiun lolos sebagai penerima Adiwiyata Nasional 2025.
Dari 16 usulan yang diajukan DLH, sebanyak 13 sekolah dinyatakan memenuhi standar dan penilaian KLH.
“Harapannya, capaian ini dapat memotivasi sekolah lain untuk terus meningkatkan gerakan peduli lingkungan di masing-masing lembaga,” imbuhnya.
Zahrowi menjelaskan bahwa program Adiwiyata merupakan inisiatif KLH untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup melalui pembelajaran intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan kokurikuler.
Pendidikan lingkungan diintegrasikan ke berbagai aktivitas sekolah demi membentuk perilaku ramah lingkungan sejak dini.
“Adiwiyata bukan sekadar penghargaan, tetapi bagian dari pendidikan karakter dan ekologi bagi lembaga pendidikan,” tegasnya. (odi/*)
Editor : Mizan Ahsani