Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Yuwita Wahernika, Penulis Asal Madiun Rilis Buku Dongeng Nusantara

Dian Rahayu • Selasa, 16 Desember 2025 | 00:30 WIB
Yuwita Wahernika menunjukkan salah satu buku dongeng nusantara karya terbarunya tahun ini yang dilengkapi aktivitas kreatif untuk anak-anak. YUWITA WAHERNIKA FOR RADAR MADIUN
Yuwita Wahernika menunjukkan salah satu buku dongeng nusantara karya terbarunya tahun ini yang dilengkapi aktivitas kreatif untuk anak-anak. YUWITA WAHERNIKA FOR RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Menulis menjadi media edukasi bagi Yuwita Wahernika.

Penulis asal Desa/Kecamatan Wungu, Madiun, itu kembali menghadirkan karya terbaru berupa buku dongeng anak bertema Nusantara yang dikemas dengan pendekatan edukatif dan kreatif.

Dalam buku terbarunya, Yuwita menyajikan 38 dongeng nusantara yang berasal dari 34 provinsi di Indonesia.

Cerita-cerita legenda tersebut dirangkum dalam satu buku yang tidak hanya mengajak anak membaca, tetapi juga beraktivitas.

“Jadi ada 38 cerita di satu buku ini, cuman yang membedakan di buku ini dilengkapi aktivitas edukatif atau buat belajar anak,” ungkapnya.

Perempuan yang telah menekuni dunia kepenulisan sejak 2018 itu sengaja menyelipkan berbagai kegiatan belajar agar anak-anak tidak hanya menjadi pembaca pasif.

Aktivitas yang disediakan disesuaikan dengan cerita yang dibaca.

“Jadi aktivitas belajar anaknya bervariasi di dalamnya, misal setelah satu cerita selesai itu di belakangnya ada kegiatan mewarnai, lalu ada kuis atau permainan tokoh cerita harus menemukan tempat atau barang tertentu, jadi aktivitasnya diangkat dari budaya atau cerita yang ada di buku dongeng ini, sehingga menyambung satu sama lain,” jelasnya.

Buku berjudul Dongeng Nusantara dan Aktivitas Kreatif: Belajar Lewat Legenda ini menjadi karya ke-30 yang dirilis Yuwita.

Buku tersebut juga dilengkapi ilustrasi karya Imawati Zanifah yang memperkuat daya tarik visual bagi anak-anak.

Isi buku memuat legenda-legenda populer seperti Malin Kundang, Legenda Danau Toba, hingga Asal Usul Burung Cendrawasih yang dikemas dengan bahasa ringan dan pendekatan kreatif.

“Proses pembuatan bukunya sendiri cukup lama hampir satu tahun, tapi semua terbayarkan ketika buku ini rilis sejak awal tahun ini, banyak pembaca yang antusiasnya sangat tinggi atas buku ini meski baru cetakan pertama,” jelasnya.

Dalam waktu dekat, Yuwita juga berencana menggelar launching sekaligus bedah buku agar karya terbarunya semakin dikenal pembaca.

“Rencana dalam waktu dekat juga ingin mengadakan launching dan bedah buku untuk karya ini, agar para pembaca semakin mengenal buku saya ini,” imbuhnya.

Menurut Yuwita, penambahan ilustrasi serta aktivitas kreatif dalam buku bertujuan memperluas sasaran pembaca, termasuk anak-anak yang baru mulai belajar membaca.

“Jadi biasanya yang belum bisa membaca ini akan dibacakan orang tuanya tapi di sisi lain mereka bisa ikut beraktivitas dengan buku ini melalui kegiatan kreatif di dalamnya, ini salah satu cara untuk mengenalkan buku fisik kepada anak-anak bahwa buku tidak monoton untuk membaca saja,” tandasnya. (ryu/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#penulis madiun #dongeng nusantara #buku anak #literasi anak #Yuwita Wahernika #madiun #budaya indonesia