Jawa Pos Radar Madiun – Harapan pedagang Pasar Dungus akhirnya menemui titik terang.
Pemkab Madiun memastikan pembangunan kembali pasar yang terbakar pada 2022 itu masuk dalam rencana anggaran 2026 dengan nilai mencapai Rp 15 miliar.
“Anggarannya sudah kami siapkan dan itu sudah lama menjadi kebutuhan teman-teman pedagang Pasar Dungus,” ungkap Bupati Madiun Hari Wuryanto.
Dengan dukungan anggaran tersebut, pemkab menargetkan pembangunan pasar baru dapat berjalan sesuai rencana dan rampung pada 2026.
Bangunan pasar dirancang lebih representatif dan modern dibanding sebelumnya.
“Sekitar Rp 15 miliaran, dan mudah-mudahan insya Allah 2026 selesai,” imbuhnya.
Dalam tahap perencanaan, pemkab melibatkan langsung para pedagang.
Mengingat keterbatasan lahan serta jumlah pedagang yang terus bertambah, bangunan Pasar Dungus dirancang dua lantai.
Konsep tersebut telah disepakati bersama.
“Konsepnya kami buat bersama-sama dengan pedagang, karena lahannya tidak kurang luas dan pedagangnya semakin banyak, konsekuensinya harus dua lantai,” jelas Hari Wur.
Selain aspek fungsi, faktor keamanan menjadi perhatian utama.
Pemkab memastikan seluruh standar keselamatan, termasuk antisipasi kebakaran, masuk dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek.
“Itu sudah standar dalam pembangunan, tidak akan diizinkan kalau tidak dilengkapi analisis keselamatannya,” tegasnya.
Tak hanya bangunan utama, pasar baru juga akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung.
Di antaranya toilet dan musala demi menunjang kenyamanan pedagang maupun pengunjung.
“Toilet dan musala kami siapkan lengkap supaya pedagang maupun pengunjung nyaman,” pungkas Hari Wur. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto