Jawa Pos Radar Madiun – Sejumlah potensi kerawanan di wilayah Kabupaten Madiun selama perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 terus dipetakan aparat.
Mulai kepadatan arus lalu lintas (lalin), aktivitas masyarakat di pusat kota, hingga keamanan tempat ibadah menjadi fokus pengamanan terpadu lintas instansi.
Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara menegaskan, Forkopimda memberikan perhatian serius terhadap peningkatan mobilitas masyarakat selama momen Nataru.
Pengamanan difokuskan pada titik rawan kemacetan serta lokasi perayaan Natal.
‘’Kami fokus pada potensi kerawanan lalu lintas dan pengamanan perayaan Natal,’’ ungkapnya.
Menurut Kapolres, kepadatan arus lalu lintas mulai terpantau sejak H-2 Natal, khususnya pada jalur dari dan menuju Kota Caruban serta Exit Tol Dumpil.
Arus kendaraan diperkirakan terus meningkat seiring aktivitas libur akhir tahun dan pergantian tahun.
Untuk mengantisipasi kepadatan, Polres Madiun menyiapkan skema rekayasa lalu lintas.
Pengaturan arus akan diterapkan secara situasional apabila terjadi penumpukan kendaraan di jalur utama.
‘’Jika terjadi kemacetan, kami sudah siapkan rekayasa arus lalu lintas,’’ tegasnya.
Rekayasa lalin difokuskan pada jalur strategis Exit Tol Dumpil menuju Kota Madiun dan sebaliknya.
Kendaraan dari arah kota menuju tol akan dialihkan melalui jalur Desa Tiron, Gunungsari, hingga Desa Bagi sebelum kembali masuk ke akses tol.
Personel gabungan ditempatkan di titik-titik rawan untuk menjaga kelancaran arus.
‘’Personel kami tempatkan di lokasi padat agar arus tetap aman dan lancar,’’ kata Kapolres.
Selain pengaturan lalu lintas, kesiapan pos pelayanan dan pengamanan juga menjadi perhatian utama.
Polres Madiun menyiapkan enam pos yang tersebar di sejumlah titik strategis.
Rinciannya, satu Pos Terpadu di Dumpil, satu Pos Pelayanan di Taman Caruban Asri, serta empat Pos Pengamanan di Pagotan Geger, Rest Area A, Rest Area B, dan Waduk Bening.
Seluruh pos diisi personel lintas instansi, mulai dari TNI-Polri, Dinas Perhubungan, tenaga kesehatan, hingga unsur pemerintah daerah.
‘’Semua pos sudah kami cek dan personel siap melaksanakan tugas,’’ ujarnya.
Pengamanan tempat ibadah juga diperketat selama perayaan Natal.
Sterilisasi gereja dilakukan oleh tim Brimob dan Samapta Polres Madiun sebagai langkah preventif guna memastikan ibadah berjalan aman dan khidmat.
Dengan kesiapan rekayasa lalu lintas, pos pengamanan, serta sterilisasi tempat ibadah, Polres Madiun berharap seluruh rangkaian perayaan Natal dan Tahun Baru 2025 di Kabupaten Madiun dapat berlangsung aman dan kondusif.
‘’Mudah-mudahan seluruh kegiatan Nataru di Kabupaten Madiun berjalan aman tanpa gangguan,’’ pungkasnya. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto