Jawa Pos Radar Madiun – Layanan administrasi kependudukan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Madiun diserbu warga selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Antrean didominasi remaja yang memanfaatkan libur sekolah untuk melakukan perekaman e-KTP.
Salah satunya Rahma Kholilah, warga Desa Jatisari, Kecamatan Geger.
Remaja berusia 17 tahun itu memilih datang langsung ke MPP karena tidak mendapatkan undangan perekaman di kecamatan.
“Saya ke MPP karena liburan sekolah jadi ada waktu. Antreannya tidak terlalu lama meski ramai,” ujarnya.
Rahma menilai pelayanan di MPP relatif cepat.
“Nggak dapat undangan, terus ke sini. Pelayanan MPP lebih cepat dan besok e-KTP sudah bisa diambil,” jelasnya.
Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Administrasi Kependudukan Dispendukcapil Kabupaten Madiun Sayogyo menyebut lonjakan pemohon terjadi signifikan selama libur Nataru.
Peningkatan layanan adminduk bahkan melampaui 200 persen dibanding hari biasa.
“Biasanya maksimal 100 perekaman per hari. Saat libur Nataru ini bisa lebih dari 300 permintaan per hari, terutama usia 16–17 tahun karena mereka libur sekolah,” terangnya.
Selain membuka layanan di MPP, Dispendukcapil Kabupaten Madiun juga mengintensifkan pelayanan jemput bola ke desa-desa sejak awal Desember.
Pelayanan dilakukan sore hingga malam hari.
“Kami safari desa untuk perekaman e-KTP, pembuatan akta kelahiran usia 0–18 tahun, serta aktivasi Identitas Kependudukan Digital. Program ini akan terus berlanjut, termasuk di Kecamatan Mejayan,” jelas Sayogyo.
Ia mengimbau masyarakat memanfaatkan layanan adminduk di desa agar tidak perlu datang ke MPP.
Seluruh layanan tersedia di desa, kecuali perekaman e-KTP karena keterbatasan alat.
“Semua layanan adminduk gratis. Warga tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi karena mobil pelayanan kami rutin berkeliling desa,” pungkasnya. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto