Jawa Pos Radar Madiun – Kabupaten Madiun dilirik Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai lokasi budidaya ikan tematik berbasis sistem bioflok.
Program tersebut akan dikelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk mendukung penyediaan protein dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, budidaya ikan tematik menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan ketersediaan sumber protein yang sehat, terjangkau, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
“Budidaya ikan ini adalah komitmen pemerintah dalam memastikan ketersediaan sumber protein yang sehat, terjangkau, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Trenggono saat meninjau lokasi budidaya ikan tematik di Desa Luworo, Kecamatan Pilangkenceng, Rabu (31/12).
Ia menjelaskan, pengelolaan budidaya ikan diserahkan sepenuhnya kepada KDKMP sebagai investasi jangka panjang.
Pemerintah berharap koperasi mampu mengelola dan mengembangkan usaha secara mandiri hingga memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi warga desa.
“Pada tahap awal, kami membangun sekitar 100 titik budidaya ikan di desa dan kelurahan di Jawa Tengah dan Jawa Timur agar manfaat ekonominya bisa langsung dirasakan masyarakat,” katanya.
Di Kabupaten Madiun, salah satu penerima program adalah KDMP Desa Luworo.
Sebanyak 24 kolam terpal telah dibangun dan dilengkapi sarana pendukung, termasuk penebaran benih ikan lele dengan sistem bioflok.
Bupati Madiun Hari Wuryanto menyambut positif program tersebut.
Menurutnya, budidaya ikan bioflok menjadi penguatan ekonomi desa sekaligus penopang kebutuhan pangan bergizi di daerah.
“Program ini menjadi modal awal koperasi untuk tumbuh sekaligus mendukung kebutuhan pangan bergizi. Targetnya 2026 seluruh KDKMP bisa merealisasikan kemandirian dan pemenuhan gizi,” tuturnya. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto