Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Temuan MBG Bermasalah, Pemkab Madiun Hentikan Sementara Distribusi SPPG Assalam

Loditya Fernandes • Sabtu, 3 Januari 2026 | 16:30 WIB
Bupati Madiun Hari Wuryanto menjelaskan rencana pemasangan stiker rumah penerima bansos mulai 2026 untuk memastikan bantuan tepat sasaran. FOTO: ISTIMEWA
Bupati Madiun Hari Wuryanto menjelaskan rencana pemasangan stiker rumah penerima bansos mulai 2026 untuk memastikan bantuan tepat sasaran. FOTO: ISTIMEWA

Jawa Pos Radar Madiun – Pemkab Madiun bergerak cepat menindaklanjuti temuan roti berjamur dalam paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima siswa PAUD Al Hidayah, Desa Klorogan, Kecamatan Geger.

Seluruh paket MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Assalam ditarik dan distribusi dihentikan sementara.

Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan tidak ada toleransi bagi pelaksana program yang menyalahi standar operasional prosedur (SOP).

Begitu laporan diterima, Pemkab langsung mengambil langkah penghentian sementara.

“Begitu ada laporan, langsung kami tarik semua dan kami hentikan sementara,” tegasnya.

Bupati menyebut sejak awal seluruh SPPG telah diingatkan untuk mematuhi SOP yang ditetapkan Badan Gizi Nasional.

Pelanggaran SOP berpotensi berujung penghentian operasional hingga pencairan anggaran.

“Kalau menyalahi SOP, akan kami cut. Tidak bisa operasional dan dananya tidak akan dicairkan,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, Pemkab Madiun menurunkan petugas Dinas Kesehatan untuk melakukan pemeriksaan lapangan sekaligus menarik produk MBG yang bermasalah.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah makanan tidak layak konsumsi beredar lebih luas ke peserta didik lainnya.

“Sejak ada berita pagi, Dinkes langsung kami turunkan dan semua ditarik,” ujarnya.

Selain keamanan pangan, Bupati menekankan aspek lain yang wajib dipatuhi SPPG, termasuk pengelolaan limbah.

Pengolahan limbah cair harus memenuhi ketentuan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) agar tidak mencemari lingkungan sekitar.

“Penanganan limbah juga harus sesuai SOP, jangan sampai mencemari lingkungan,” imbuhnya.

Pemkab Madiun memastikan evaluasi terhadap pelaksanaan MBG dilakukan secara berkelanjutan melalui Satgas MBG yang diketuai Sekda.

Mengingat program masih dalam tahap uji coba, setiap SPPG dituntut benar-benar siap sebelum beroperasi kembali.

“Kalau memang belum siap, berhenti,” tandasnya. (odi/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#SPPG Assalam #Makan Bergizi Gratis #dinkes madiun #madiun #roti berjamur #MBG Madiun #hari wuryanto