Jawa Pos Radar Madiun – Wacana menjadikan Stasiun Babadan sebagai stasiun kargo serta pembangunan rest area Madiun–Wilangan dipastikan masih berjalan.
Dua program strategis tersebut kini masuk dalam tahapan kajian sebagai dasar perencanaan lanjutan.
Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan, rencana pembangunan rest area Wilangan sudah berada dalam proses kajian dan diharapkan dapat segera dituntaskan.
“Kalau rest area Wilangan sudah dalam proses kajian, insyaallah segera. Mudah-mudahan 2026 nanti sudah bisa klir,” ungkapnya, Minggu (4/1).
Sementara itu, rencana pengembangan Stasiun Babadan sebagai stasiun kargo juga telah masuk tahap persiapan kajian mendalam.
Proses ini memerlukan waktu lebih panjang karena menyangkut lintasan jalur provinsi hingga nasional.
Pemkab Madiun, lanjut Hari Wuryanto, juga telah menyiapkan langkah penyesuaian dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sebagai bagian dari persiapan tersebut.
“Stasiun Babadan menjadi stasiun kargo ini karena kajiannya butuh pendalaman. Kami sudah siapkan, termasuk pengajuan RTRW,” jelasnya.
Dalam kajian itu, pemkab turut menyiapkan kebutuhan lahan pendukung, terutama area parkir yang memadai agar aktivitas bongkar muat kargo tidak menimbulkan penumpukan kendaraan saat volume barang meningkat.
“Nanti dibutuhkan lahan parkir yang luas supaya kargo yang datang banyak tidak menumpuk. Itu semua sedang kami siapkan,” terangnya.
Secara fungsional, pengembangan Stasiun Babadan diarahkan untuk mendukung kelancaran distribusi barang sekaligus mengurangi beban Stasiun Madiun yang difokuskan bagi layanan penumpang.
Lokasi Babadan dinilai strategis karena terhubung langsung dengan jalan nasional serta dekat dengan akses tol.
“Kalau dari Stasiun Babadan jalur distribusinya mudah, ke jalan nasional dan pintu tol juga dekat. Harapannya Kabupaten Madiun juga kebagian rezeki,” tuturnya. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto