Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

3.000 Wisatawan Padati Bukit Watu Bayang di Madiun, Paralayang Tandem Belum Dibuka

Loditya Fernandes • Senin, 5 Januari 2026 | 06:30 WIB
DOK PARALAYANG: Bukit Watu Bayang di Desa Klangon, Kecamatan Saradan, menjadi jujukan ribuan wisatawan saat libur Natal dan Tahun Baru, meski wahana terbang tandem paralayang belum dibuka.
DOK PARALAYANG: Bukit Watu Bayang di Desa Klangon, Kecamatan Saradan, menjadi jujukan ribuan wisatawan saat libur Natal dan Tahun Baru, meski wahana terbang tandem paralayang belum dibuka.

Jawa Pos Radar Madiun – Daya tarik wisata alam Bukit Watu Bayang kian mencuri perhatian.

Selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), sekitar 3.000 wisatawan memadati destinasi yang berada di Desa Klangon, Kecamatan Saradan.

Tak hanya wisatawan lokal Kabupaten Madiun, pengunjung juga datang dari daerah sekitar seperti Magetan hingga Gresik.

Panorama lereng Gunung Pandan menjadi magnet utama, ditambah atraksi paralayang yang kerap terlihat menghiasi langit Bukit Watu Bayang.

Namun, tingginya minat wisatawan belum bisa diakomodasi sepenuhnya.

Hingga kini, pengunjung belum dapat merasakan sensasi terbang tandem paralayang.

Pasalnya, pengelola belum mengantongi lisensi untuk layanan wisata tersebut.

Kepala Desa Klangon Didik Kuswandi menjelaskan, lisensi yang dimiliki saat ini masih sebatas lisensi atlet.

“Karena lisensi yang dimiliki sementara ini baru lisensi atlet, sehingga tidak bisa melayani terbang tandem dengan wisatawan,” ungkapnya.

Meski begitu, pemdes tidak menutup mata terhadap besarnya potensi wisata tersebut.

Pengembangan wahana terbang tandem telah masuk agenda desa.

Saat ini, pemdes bersama BUMDes tengah mematangkan konsep pengelolaan, mulai dari penyusunan standar operasional prosedur (SOP), skema manajemen, hingga penentuan tarif.

“Kami ingin semuanya sesuai aturan, tidak asal jalan tapi melanggar regulasi,” tegas Didik.

Ia menambahkan, rencana pengelolaan wisata Bukit Watu Bayang juga telah disampaikan kepada Bupati Madiun dan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora).

Selama ini, pemasukan destinasi baru bersumber dari parkir kendaraan. Dalam momen ramai, pendapatan parkir bahkan bisa menembus Rp 4 juta.

“Padahal kalau sudah ada tiket masuk, potensinya jauh lebih besar. Tapi semua harus kami siapkan dengan matang,” imbuhnya. (odi/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#Wisata Saradan #Bukit Watu Bayang #Libur Nataru Madiun #Wisata Desa Klangon #madiun #Paralayang Madiun