Jawa Pos Radar Madiun – Komposisi tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Madiun mengalami pergeseran pada 2025.
Jika tahun sebelumnya didominasi lulusan diploma I–III, kini penyumbang terbesar TPT berasal dari lulusan SMA umum.
Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Madiun, Wisma Eka Nurcahyanti, menyampaikan TPT Kabupaten Madiun 2025 tercatat sebesar 3,22 persen.
“Untuk tahun 2025, penyumbang TPT terbesar berasal dari lulusan SMA umum,” ujarnya.
Berdasarkan data BPS, TPT lulusan SMA umum mencapai 4,9 persen.
Angka tersebut sejatinya turun signifikan dibandingkan 2024 yang masih berada di level 8,5 persen.
Posisi tertinggi kedua ditempati lulusan SMP dengan TPT sebesar 4,52 persen, meningkat dibandingkan 2024 yang hanya 2,11 persen.
“Dibandingkan 2024, lulusan universitas, diploma, SMA kejuruan, dan SMA umum secara solid mengalami penurunan TPT. Artinya, peningkatan kompetensi pendidikan berbanding lurus dengan penyerapan tenaga kerja,” jelas Wisma.
Dari total 617.208 penduduk usia kerja di Kabupaten Madiun, sebanyak 71,58 persen tercatat bekerja.
Sementara itu, 2,38 persen berada dalam kondisi menganggur.
Komposisi penduduk bekerja masih didominasi lulusan pendidikan SD ke bawah, yakni sebesar 36,61 persen.
“Baik 2024 maupun 2025, mayoritas penduduk bekerja adalah lulusan SD ke bawah. Umumnya mereka terserap di sektor pertanian dan jasa yang sudah lama digeluti,” terangnya.
Wisma menambahkan, pola distribusi penduduk bekerja berdasarkan pendidikan tertinggi menunjukkan perubahan.
Persentase pekerja lulusan diploma I/II/III, SMA umum, dan SMP mengalami penurunan. Sebaliknya, lulusan SD ke bawah, SMA kejuruan, dan universitas justru meningkat.
“Ini menjadi indikasi kuat bahwa pendidikan berkaitan langsung dengan jenis lapangan kerja yang tersedia. Ke depan, data ini bisa menjadi bahan kebijakan pemerintah daerah agar pengembangan pendidikan lebih linier dengan kebutuhan pasar kerja,” tandasnya. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto