Jawa Pos Radar Madiun – Program swasembada pangan yang digencarkan pemerintah pusat membuahkan hasil di Kabupaten Madiun.
Bumi Kampung Pesilat tercatat telah mencapai swasembada pangan dan menempati peringkat ketujuh sebagai penghasil padi terbesar di Jawa Timur.
Capaian tersebut disampaikan Bupati Madiun Hari Wuryanto seusai mengikuti panen raya nasional yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto secara daring dari halaman Puspem Caruban, kemarin (8/1).
“Alhamdulillah, Kabupaten Madiun sudah swasembada pangan dan berada di peringkat ketujuh sebagai penghasil padi terbesar di Jawa Timur,” ujar Hari Wuryanto.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari konsistensi para petani dalam menjaga produktivitas pertanian, serta dukungan kebijakan pemerintah daerah yang berkelanjutan.
Pemkab Madiun juga memastikan ketersediaan pangan daerah dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Selain itu, pemkab menjalin kerja sama dengan Perum Bulog untuk menjamin penyerapan hasil panen petani berjalan optimal.
Sinergi tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi petani.
“Untuk stok pangan, alhamdulillah mencukupi dan penyerapan gabah petani dapat berjalan optimal melalui kerja sama dengan Bulog,” jelasnya.
Bupati menegaskan capaian swasembada pangan tidak boleh berhenti pada angka semata.
Keberlanjutan produksi dan ketahanan pangan harus terus dijaga di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika ekonomi nasional.
Selaras dengan arahan presiden, pemkab berkomitmen mempertahankan capaian tersebut melalui penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, petani, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Insya Allah, bersama para petani dan seluruh komponen di Kabupaten Madiun, swasembada pangan ini dapat terus dipertahankan,” tegasnya. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto