Jawa Pos Radar Madiun – Pembangunan fisik Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Nglames terus dikebut.
Namun, Pemkab Madiun tidak hanya fokus pada penyelesaian bangunan.
Penyiapan calon siswa (casis) juga berjalan paralel agar sekolah tersebut siap beroperasi pada tahun ajaran baru mendatang.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Madiun Supriyadi menegaskan, proses pendataan calon siswa dilakukan seiring tahapan pembangunan yang ditargetkan rampung pada Agustus mendatang.
“Pembangunan jalan, penyiapan siswa juga berjalan bersama-sama,” ujar Supriyadi.
Menurutnya, sasaran utama calon siswa Sekolah Rakyat adalah anak-anak dari keluarga tidak mampu yang masuk kategori desil 1 dan desil 2.
Kelompok ini diprioritaskan agar mendapatkan akses pendidikan yang layak melalui program SR yang masuk proyek strategis nasional (PSN).
“Kami mulai mendata anak-anak yang putus sekolah dan secara ekonomi masuk desil satu dan dua. Setelah itu kami lakukan pendekatan dan motivasi agar orang tua mau menyekolahkan anaknya di SR,” jelasnya.
Pendataan dilakukan dengan memanfaatkan basis data yang telah dimiliki pemerintah daerah.
Dinsos mengombinasikan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dengan data pilar-pilar sosial yang tersebar di 15 kecamatan dan 206 desa/kelurahan di Kabupaten Madiun.
“Pilar-pilar sosial kami sudah menjangkau hingga tingkat RT dan RW. Itu memudahkan proses verifikasi dan validasi langsung di lapangan agar datanya akurat,” terangnya.
Supriyadi menambahkan, Sekolah Rakyat dirancang tidak hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga menjamin kebutuhan dasar siswa.
Dengan konsep pendidikan berasrama, anak-anak dari keluarga kurang mampu diharapkan mendapatkan lingkungan belajar yang aman dan berkelanjutan.
“Dengan bersekolah di SR, pendidikannya terjamin. Harapannya mereka bisa punya masa depan yang lebih baik dan cita-citanya tercapai,” imbuhnya.
Sekolah Rakyat di Kelurahan Nglames ditargetkan mampu menampung sekitar 1.200 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Pengisian siswa dilakukan secara bertahap melalui proses pendataan, verifikasi, dan pendampingan yang kini sudah mulai berjalan.
“Target kami, saat sekolah siap beroperasi, calon siswanya juga sudah benar-benar siap,” pungkas Supriyadi. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto