Jawa Pos Radar Madiun – Ancaman kebakaran masih menghantui Kabupaten Madiun.
Sepanjang 2025 lalu, Satpol PP dan Damkar Kabupaten Madiun mencatat sedikitnya 74 kejadian kebakaran di berbagai objek, dengan permukiman warga menjadi lokasi paling rawan.
Kabid Kesiapsiagaan dan Pengendalian Bahaya Kebakaran Satpol PP dan Damkar Kabupaten Madiun Andy Koerniawan mengungkapkan, mayoritas kebakaran rumah dipicu masalah kelistrikan dan tabung gas elpiji.
“Untuk kebakaran rumah, penyebabnya paling banyak karena korsleting listrik dan kerusakan regulator gas elpiji. Kalau kebakaran lahan, umumnya akibat pembakaran sampah sembarangan,” terangnya.
Berdasarkan data Damkar Kabupaten Madiun, dari total 74 kejadian kebakaran sepanjang 2025
Rinciannya, rumah 44 kejadian, lahan 22 kejadian, kendaraan 7 kejadian, lain-lain (kabel PLN) 1 kejadian.
Secara wilayah, Kecamatan Jiwan tercatat sebagai daerah dengan kasus kebakaran terbanyak.
Sementara itu, Kecamatan Gemarang menjadi satu-satunya wilayah dengan nol kejadian kebakaran sepanjang tahun lalu.
Untuk menekan angka kebakaran pada 2026, Damkar Kabupaten Madiun menyiapkan sejumlah langkah preventif.
Salah satunya membentuk relawan khusus kebakaran di tingkat desa yang akan dilatih membantu petugas dalam penanganan kebakaran maupun penyelamatan nonkebakaran.
“Ini masih tahap awal. Target kami lima desa dulu, lalu diperbanyak menjadi 20 desa agar ada perwakilan di setiap kecamatan,” jelas Andy.
Tak hanya itu, inspeksi sarana prasarana (sarpras) dan standar operasional prosedur (SOP) penanganan kebakaran juga akan digencarkan.
Sasaran inspeksi meliputi pabrik, perusahaan besar, gedung pemerintahan, hingga instansi pelayanan publik.
“Tahun lalu kami sudah inspeksi tiga perusahaan berdasarkan permintaan. Tahun ini akan kami lakukan lebih masif,” tandasnya. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto