Jawa Pos Radar Madiun – Optimisme capaian investasi di Kabupaten Madiun tak hanya datang dari jajaran eksekutif.
Komisi A DPRD Kabupaten Madiun juga meyakini realisasi penanaman modal tahun ini mampu melampaui target Rp 3 triliun yang dipatok pemkab.
Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Madiun Purwadi menilai Bumi Kampung Pesilat memiliki daya tarik kuat bagi investor.
Salah satunya ditopang keberadaan dua gerbang Exit Tol di wilayah Caruban dan Kecamatan Madiun yang menjadi akses strategis menuju kawasan industri dan pusat ekonomi.
“Dua prasarana ini menjadi pintu masuk untuk berinvestasi di Kabupaten Madiun. Kami berharap investor masuk bukan hanya karena fasilitas, tapi juga karena kemudahan prosedur perizinan tanpa menghilangkan prasyarat,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Politisi Partai NasDem itu menegaskan, kemudahan perizinan harus benar-benar dirasakan investor sejak awal.
Mekanisme yang berbelit, apalagi disertai pungutan di luar ketentuan, dinilai menjadi hambatan serius masuknya penanam modal.
“Jangan sampai ada bahasa sulit di perizinan. Apalagi pungutan liar. Itu pintu pertama investasi,” tegasnya.
Di sisi lain, Komisi A DPRD juga mendorong Pemkab Madiun mempercepat pembangunan infrastruktur penunjang investasi.
Terutama di wilayah-wilayah yang telah dipetakan sebagai basis industri dan kawasan penanaman modal.
“Pemkab harus berpikir percepatan infrastruktur, khususnya di area yang disiapkan sebagai tempat investasi, agar terbentuk kawasan industri yang matang,” beber Purwadi.
Menurutnya, infrastruktur menjadi prasyarat mutlak bagi investor.
Jika jalan, utilitas, dan akses pendukung belum siap, maka investor harus menanggung biaya tambahan yang justru bisa membuat mereka mengurungkan niat menanamkan modal.
“Kalau infrastrukturnya belum tergarap maksimal, investor pasti keluar biaya lebih besar. Itu jelas merugikan,” tandasnya. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto