Jawa Pos Radar Madiun – Program unggulan Pemerintah Kabupaten Madiun yakni Bhakti Sosial Terpadu (BST) resmi dihentikan.
Sebagai gantinya, pemkab menghadirkan program baru bernama Bhakti Harmoni atau Bahana Bersahaja.
Transformasi ini menjadi bagian dari kebijakan strategis di era kepemimpinan Hari Wuryanto bersama Wakil Bupati Purnomo Hadi.
Kepala Bapperida Kabupaten Madiun, Sodik Heri Purnomo, menegaskan bahwa penghentian BST tidak berarti menghilangkan esensi program tersebut.
“BST memang kami sudahi, tetapi semangatnya tetap dilanjutkan dalam format dan nama baru,” ungkap Sodik.
Ia menjelaskan, transformasi program sosial itu merupakan kelanjutan dari kebijakan pelayanan masyarakat yang telah berjalan sejak masa kepemimpinan Junaedi Mahendra.
Pergantian nama sekaligus penyempurnaan konsep dilakukan agar program lebih adaptif dan tepat sasaran.
“Ini merupakan keinginan langsung Bupati dan Wakil Bupati agar manfaatnya lebih terasa di masyarakat,” jelasnya.
Program Bahana Bersahaja dijadwalkan digelar setiap bulan, kecuali Maret yang bertepatan dengan Ramadan.
Pada tahun perdananya, program ini akan dilaksanakan di 11 kecamatan, tidak termasuk Pilangkenceng, Gemarang, Dagangan, dan Geger.
Peluncuran perdana Bahana Bersahaja akan berlangsung pada 21–22 Januari 2026, dengan Desa Karangrejo sebagai lokasi awal kegiatan.
“Jadi tahun ini hanya 11 kecamatan yang menjadi lokasi pelaksanaan program,” tuturnya.
Sodik menegaskan, perubahan nama dan format program bukan sekadar simbolik.
Pemkab ingin memastikan bantuan sosial yang diberikan lebih berkualitas, efektif, dan benar-benar menyentuh kelompok masyarakat yang membutuhkan.
“Harapannya, program ini mampu meningkatkan kesejahteraan sekaligus mengurangi kesenjangan sosial,” pungkasnya. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto