Jawa Pos Radar Madiun – Musim durian menjadi berkah tersendiri bagi petani di Desa Segulung, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun.
Sentra durian di kawasan pegunungan ini ramai diserbu pecinta durian dari berbagai daerah, termasuk Jombang.
Para pengunjung rela menempuh perjalanan jauh demi mencicipi durian langsung dari tangan petani.
Salah satunya Anggun Annisa Putri, pemburu durian asal Jombang.
“Saya berangkat dari rumah di Jombang karena tahu dari teman-teman kalau durian di sini enak dan manis. Kesan saya nyaman sekali, bisa makan durian langsung di pegunungan,” ujarnya, Minggu (18/1).
Menurut Anggun, pilihan durian di Segulung sangat beragam.
Mulai durian lokal hingga jenis premium seperti musang king dan montong premium.
Soal harga pun dinilai masih ramah di kantong. “Di sini harganya masih terjangkau,” tambahnya.
Hal serupa disampaikan Eldyssa Rakhma Pridianti, warga Kecamatan Saradan, yang sudah lama menjadi pelanggan setia sentra durian Dagangan.
“Kalau di daerah bawah pilihannya terbatas, tapi di sini lengkap. Suasananya juga sejuk, banyak pepohonan, pemandangannya enak,” tuturnya.
Petani durian sekaligus penjual di Dusun Segulung, Winanto, mengatakan saat panen raya stok durian yang tersedia bisa mencapai ratusan hingga ribuan buah per hari.
“Kalau pas musim panen raya, stok sehari bisa kisaran 500 sampai 1.000 biji. Itu hasil kumpulan dari petani-petani sekitar yang kami tampung di sini,” jelasnya.
Jenis durian yang dijual pun beragam. Selain durian lokal khas Segulung, tersedia durian premium seperti montong, bawor, kani, musang king, hingga duri hitam.
Meski demikian, durian lokal justru menjadi primadona.
“Peminat durian lokal lebih banyak. Salah satu keunggulannya harga lebih terjangkau,” katanya.
Dalam satu hari, Winanto mengaku mampu menjual sekitar 500 hingga 700 buah durian.
Musim durian di Segulung sendiri mulai dibuka sejak Oktober, namun benar-benar ramai sejak Desember dengan puncak kunjungan pada Januari. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto