Jawa Pos Radar Madiun – Kabar melegakan bagi para pencari kerja di Kabupaten Madiun yang sedang mengikuti program peningkatan keterampilan (skill).
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun melalui Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian menggandeng BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Kantor Cabang Madiun untuk memberikan jaminan perlindungan sosial bagi seluruh peserta pelatihan.
Hal ini diresmikan bersamaan dengan pembukaan program pelatihan keterampilan yang dipimpin langsung oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto, Rabu (21/1).
Puluhan calon tenaga kerja yang dipersiapkan untuk disalurkan ke berbagai perusahaan di dalam maupun luar daerah kini bisa berlatih dengan tenang.
Pelaksana Pengganti Sementara (Pps) Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madiun, Zefriansyah, mengapresiasi langkah strategis Pemkab Madiun.
Menurutnya, risiko kecelakaan kerja tidak hanya mengintai pekerja tetap, tetapi juga peserta yang sedang menjalani pelatihan fisik/teknis.
"BPJS Ketenagakerjaan mendukung penuh upaya pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran dengan memastikan para peserta pelatihan mendapatkan perlindungan jaminan sosial," ujar Zefriansyah.
Selama masa pelatihan, para peserta dilindungi oleh dua program vital, yakni:
Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) menanggung biaya pengobatan tanpa batas (unlimited) jika peserta mengalami kecelakaan saat pelatihan atau perjalanan pergi-pulang ke tempat pelatihan.
Jaminan Kematian (JKM) memberikan santunan uang tunai kepada ahli waris jika peserta meninggal dunia selama masa kepesertaan aktif.
"Dengan adanya perlindungan JKK dan JKM, peserta tidak perlu khawatir apabila terjadi risiko kecelakaan kerja maupun risiko meninggal dunia selama pelatihan," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Madiun juga secara simbolis memberangkatkan sejumlah alumni pelatihan sebelumnya yang telah diterima bekerja di beberapa daerah tujuan.
Sinergi antara Pemkab dan BPJS Ketenagakerjaan ini diharapkan mampu mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang tidak hanya kompeten, tetapi juga sadar akan pentingnya jaminan sosial sejak dini.
"Dengan keterampilan yang terus diasah, diharapkan tercipta tenaga kerja yang kompeten, berdaya saing serta mewujudkan masyarakat Kabupaten Madiun yang maju dan sejahtera," pungkas Zefriansyah. (ebo/naz/*)
Editor : Mizan Ahsani