Jawa Pos Radar Madiun – Dampak efisiensi anggaran membuat hibah yang diterima Komite Olahraga Nasional Indonesia Kabupaten Madiun pada 2026 menyusut tajam.
Dari pengajuan Rp 1,7 miliar, Pemkab Madiun melalui Disparpora hanya mengalokasikan Rp 750 juta.
Pemangkasan itu tak lepas dari penurunan dana transfer ke daerah (TKD) yang mencapai Rp 192 miliar.
Kondisi keuangan daerah memaksa pemerintah melakukan penyesuaian, termasuk pada alokasi hibah olahraga.
“Pengajuan kami memang Rp 1,7 miliar, tetapi yang terealisasi hanya Rp 750 juta karena kondisi keuangan daerah,” ujar Sekretaris KONI Kabupaten Madiun Gatot Sulistyo.
Keterbatasan anggaran tersebut berdampak langsung pada agenda organisasi.
Rencana menggelar Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) 2026 terpaksa dibatalkan.
Ajang itu membutuhkan biaya besar, mulai ratusan juta hingga miliaran rupiah.
“Porkab otomatis tidak bisa dilaksanakan karena anggarannya besar, sementara kemampuan keuangan sangat terbatas,” imbuh Gatot.
Selain itu, pada 2026 Kabupaten Madiun juga tidak mengikuti agenda besar seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), sehingga prioritas anggaran diarahkan pada kebutuhan paling mendesak.
Dana hibah Rp 750 juta akhirnya difokuskan untuk operasional KONI serta pembinaan cabang olahraga (cabor).
Saat ini terdapat 35 cabor di bawah naungan KONI Kabupaten Madiun.
Konsekuensinya, alokasi dana per cabor relatif kecil, berkisar belasan hingga puluhan juta rupiah.
“Kalau dibagi ke 35 cabor, tentu nominalnya tidak besar,” jelasnya.
Penentuan besaran hibah tiap cabor dilakukan berdasarkan sejumlah indikator.
Di antaranya keabsahan kelembagaan, keaktifan organisasi, capaian prestasi, status sebagai olahraga unggulan atau beregu, serta ketertiban administrasi dan kepatuhan dalam laporan pertanggungjawaban.
Dana hibah diprioritaskan untuk kebutuhan wajib, seperti mengikuti kejuaraan daerah dan provinsi.
Sementara agenda lain di luar itu diharapkan dapat dipenuhi secara mandiri oleh masing-masing cabor.
“Karena ada beberapa event cabor yang sifatnya wajib diikuti,” tandas Gatot. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto