Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Ular Sanca Kembang dan 5 Bayi Kobra Ditemukan di Kandang Warga Saradan Madiun

Dian Rahayu • Jumat, 23 Januari 2026 | 07:50 WIB
DIEVAKUASI: Tim Exalos Indonesia Regional Madiun mengevakuasi ular sanca kembang dan bayi kobra dari kandang warga Desa Sambirejo, Saradan, Rabu malam (21/1). FOTO: ISTIMEWA
DIEVAKUASI: Tim Exalos Indonesia Regional Madiun mengevakuasi ular sanca kembang dan bayi kobra dari kandang warga Desa Sambirejo, Saradan, Rabu malam (21/1). FOTO: ISTIMEWA

Jawa Pos Radar Madiun – Kemunculan ular berbisa meresahkan warga RT 16/RW 03, Desa Sambirejo.

Tim Rescuer Exalos Indonesia Regional Madiun bergerak cepat mengevakuasi seekor ular sanca kembang dan lima ekor bayi kobra, Rabu malam (21/1).

Humas Exalos Indonesia Regional Madiun Robby Hendra Putra menjelaskan, laporan pertama diterima sekitar pukul 21.00 dari warga bernama Kustiawan.

Awalnya, warga melihat seekor ular sanca kembang atau piton bersembunyi di bawah tumpukan jerami kandang sapi.

“Warga khawatir ular tersebut membahayakan keluarga dan ternak, sehingga laporan langsung kami tindak lanjuti,” ujar Robby.

Sebanyak tujuh personel rescuer diterjunkan ke lokasi.

Setelah melakukan penyisiran, petugas berhasil mengevakuasi ular sanca kembang (malayopython reticulatus) dengan panjang sekitar 2,5 meter.

Evakuasi berjalan relatif lancar tanpa perlawanan berarti.

Namun situasi berubah tegang saat tim melakukan pemeriksaan lanjutan di area kandang.

Di sela-sela jerami dan tumpukan kayu, petugas menemukan lima ekor bayi ular kobra Jawa (naja sputatrix) berukuran sekitar 20 sentimeter.

Tak hanya itu, turut ditemukan 13 cangkang telur kobra yang mengindikasikan lokasi tersebut sebelumnya menjadi sarang aktif ular berbisa.

“Temuan ini menunjukkan potensi bahaya serius karena kobra memiliki tingkat bisa yang tinggi,” jelas Robby.

Seluruh proses evakuasi dilakukan dengan standar keselamatan ketat.

Selanjutnya, ular-ular tersebut akan diserahkan kepada pihak berwenang untuk ditangani sesuai prosedur atau dilepasliarkan ke habitat yang aman dan jauh dari permukiman warga.

Robby mengimbau masyarakat agar tidak mencoba menangani sendiri satwa liar berbahaya.

“Jika menemukan ular atau satwa liar berisiko, segera lapor ke petugas. Jangan mengevakuasi sendiri tanpa keahlian, demi mencegah korban,” tandasnya. (ryu/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#ular sanca kembang #Exalos Indonesia #evakuasi ular madiun #madiun #ular kobra jawa #Desa Sambirejo Saradan