Jawa Pos Radar Madiun – Pemkab Madiun melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) terus menelusuri penyebab kematian belasan kambing milik warga.
Penelusuran dilakukan menyusul teror terhadap hewan ternak yang dilaporkan terjadi di tiga desa di Kecamatan Dagangan.
Kepala Bidang Peternakan DKPP Kabupaten Madiun Harris Imballo Siregar mengatakan, identifikasi penyebab kematian ternak menjadi langkah krusial sebelum menentukan pola penanganan lanjutan.
“Kami masih melakukan penelusuran untuk memastikan hewan apa yang menyerang ternak warga. Ini penting untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya,” ujarnya.
Untuk memastikan penanganan lebih komprehensif, DKPP berencana menggandeng Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Mojopurno serta Perhutani.
Kolaborasi lintas instansi dinilai penting mengingat lokasi kandang ternak warga berdekatan dengan kawasan hutan.
Harris mengungkapkan, selama dirinya bertugas sejak 2009, DKPP belum pernah menerima laporan serangan hewan buas terhadap ternak dalam skala besar seperti yang terjadi saat ini.
“Kalau dulu mungkin ada, tapi hanya satu atau dua ekor sehingga tidak sampai terlaporkan ke dinas,” jelasnya.
Sambil menunggu hasil penelusuran, DKPP mengimbau peternak meningkatkan kewaspadaan.
Ternak kambing yang biasa digembalakan di kawasan hutan diminta sementara waktu dipindahkan ke kandang di sekitar rumah.
“Kandang yang masih memiliki celah di dinding agar segera diperbaiki atau ditambal untuk mencegah masuknya hewan liar,” katanya.
Warga setempat menduga hewan penyerang merupakan anjing hutan atau asu mbaong.
DKPP menegaskan akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar kasus kematian ternak tidak meluas dan menimbulkan keresahan berkepanjangan di kalangan peternak. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto