Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

BKSDA Madiun Cek Lokasi Kematian Ternak di Dagangan, Jejak Mengarah ke Anjing

Dian Rahayu • Senin, 26 Januari 2026 | 16:30 WIB
Petugas BKSDA Wilayah Madiun melakukan pengamatan visual di sekitar kandang ternak warga di Kecamatan Dagangan untuk menelusuri jejak satwa. DOK RADAR MADIUN
Petugas BKSDA Wilayah Madiun melakukan pengamatan visual di sekitar kandang ternak warga di Kecamatan Dagangan untuk menelusuri jejak satwa. DOK RADAR MADIUN

MADIUN – Kematian belasan hewan ternak milik warga di tiga desa di Kecamatan Dagangan ditindaklanjuti Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah Madiun.

Petugas turun langsung ke lapangan setelah menerima laporan dugaan gangguan hewan buas terhadap ternak warga.

“Kami merespons laporan dan pemberitaan tersebut dengan melakukan pengecekan langsung ke lokasi Desa Padas, Ngranget, dan Segulung,” ujar Kepala Bidang KSDA Wilayah I Madiun BBKSDA Jawa Timur, Agustinus Krisdijantoro, saat dikonfirmasi.

Menurut Agustinus, kegiatan lapangan sebenarnya telah dilakukan sejak 22 Januari dengan melibatkan Tim RKW 04-Madiun/SKW II.

Tim terlebih dahulu berkoordinasi dengan aparat Kecamatan Dagangan untuk menghimpun informasi awal terkait kronologi kejadian serta titik kandang ternak yang diduga diserang satwa liar.

“Koordinasi dengan unsur wilayah penting agar penanganan bisa tepat dan sesuai kondisi lapangan,” jelasnya.

Setibanya di Desa Padas, tim kembali berkoordinasi dengan kepala desa setempat sebelum melakukan penyisiran di sekitar kandang ternak warga.

Dari hasil pemeriksaan di tiga titik berbeda, petugas menemukan jejak satwa dengan ciri berbentuk segitiga, tidak membulat, terdapat bekas kuku, dan memiliki lebar sekitar 4–5 sentimeter.

“Berdasarkan pengamatan visual tersebut, jejak yang kami temukan mengarah pada dugaan jejak anjing. Temuan ini juga selaras dengan keterangan warga,” ungkap Agustinus.

Ia menambahkan, letak kandang ternak yang relatif jauh dari permukiman membuat pengawasan tidak dapat dilakukan setiap waktu.

Karena itu, BKSDA mengimbau peternak untuk meningkatkan kewaspadaan dan penjagaan ternak, terutama pada malam hari.

Warga juga diminta segera melapor apabila menemukan jejak satwa lain dengan ukuran lebih besar atau indikasi gangguan lanjutan.

“Jika ada temuan jejak mencurigakan, segera hubungi petugas BKSDA agar bisa segera ditindaklanjuti,” pungkasnya. (ryu/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#Desa Padas Dagangan #jejak anjing di kandang #Ngranget Dagangan #Segulung Dagangan #BKSDA Madiun #madiun #ternak mati Dagangan #gangguan satwa ternak