Jawa Pos Radar Madiun – Warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap tawon jenis vespa affinis atau dikenal sebagai tawon ndas selama musim penghujan.
Permintaan evakuasi sarang tawon vespa di Kabupaten Madiun melonjak tajam dalam beberapa pekan terakhir.
Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Madiun, Gatot Suwarno, mengatakan laporan yang masuk jauh lebih banyak dibanding musim kemarau.
“Saat musim hujan seperti sekarang, kami menerima laporan jauh lebih banyak dibandingkan musim kemarau,” katanya, Selasa (27/1).
Lonjakan terlihat dari jumlah lokasi penanganan harian.
Jika pada musim kemarau rata-rata hanya tiga hingga empat laporan, kini permintaan evakuasi bisa mencapai sepuluh lokasi dalam satu hari.
“Lonjakan ini membuat petugas harus bekerja lebih ekstra karena hampir setiap hari ada laporan baru dari warga,” ungkap Gatot.
Menurutnya, kondisi lingkungan saat musim hujan sangat mendukung siklus perkembangbiakan tawon vespa.
Ketersediaan pakan melimpah serta banyaknya tempat berlindung membuat populasi cepat bertambah.
“Tawon vespa sekarang banyak bersarang di atap rumah, ranting pohon, atau pekarangan warga untuk menghindari hujan,” jelasnya.
Gatot mengingatkan bahaya sengatan tawon vespa yang dapat menyengat lebih dari satu kali.
Warga diminta tidak bertindak sendiri jika menemukan sarang.
“Karena tawon ini jenis yang berbahaya sebab satu tawon bisa mengeluarkan sengatan lebih dari satu kali, jadi dihimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan sarang tawon vespa ini untuk tidak mendekat dan segera melapor ke Damkar agar bisa ditangani secara profesional agar tidak memakan korban,” imbuhnya.
Salah satu laporan datang dari Desa Kranggan. Warga setempat, Binti Istiqomah, mengaku menemukan dua sarang tawon di atap rumahnya.
“Saya takut membahayakan keluarga, apalagi tawon vespa dikenal ganas, jadi langsung melapor ke Damkar,” ujarnya. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto