Jawa Pos Radar Madiun - Gerbong kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) di Madiun Raya resmi berganti.
Pengurus DPC Persagi Kota dan Kabupaten Madiun periode 2025–2030 dilantik secara serentak di Ballroom Votel Kartika Abadi Madiun, Sabtu (31/1).
Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah janji dipimpin langsung oleh Ketua II DPD Persagi Jawa Timur, Annas Buanasita.
Dalam periode lima tahun ke depan, Kukuh Kristiani didapuk sebagai Ketua DPC Persagi Kota Madiun, sementara Yayuk Sri Rahayu memegang komando DPC Persagi Kabupaten Madiun.
Usai melantik, Annas Buanasita mengingatkan bahwa peran ahli gizi kini tidak lagi sesempit urusan produksi makanan.
Lebih dari itu, mereka adalah garda terdepan dalam mengatasi masalah kesehatan masyarakat yang kian kompleks.
"Tantangan gizi ke depan bukan hanya stunting dan gizi buruk, tetapi juga overweight, obesitas, serta penyakit tidak menular akibat perubahan gaya hidup. Persagi harus hadir dan bermanfaat nyata demi menyongsong Generasi Emas 2045," tegas Annas.
Strategis Kawal Program MBG
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun, dr Heri Setyana, yang turut hadir menilai keberadaan Persagi sangat krusial dalam menyukseskan program prioritas nasional, salah satunya Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Peran Persagi sangat vital dan strategis, mulai dari penurunan stunting hingga mengawal program MBG. Di era transisi epidemiologi saat ini, penyakit degeneratif meningkat dan itu sangat erat kaitannya dengan pola makan," ujar Heri.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi ketimbang kompetisi di era saat ini.
Hal senada disampaikan Kabid Penyediaan Layanan Kesehatan UKP dan UKM Dinkes-PPKB Kota Madiun Neva Chandra Suroto.
Baca Juga: BGN Pastikan Pegawai ASN Program Makan Bergizi Gratis Dapat THR, Bagaimana Nasib Non-ASN?
Ia menyebut Persagi sebagai ujung tombak peningkatan derajat kesehatan mulai dari ibu hamil, balita, hingga lansia.
Menanggapi amanah tersebut, Ketua DPC Persagi Kota Madiun, Kukuh Kristiani, menyatakan kesiapannya memperkuat edukasi ke masyarakat.
"Tantangan penyakit tidak menular kian serius, kami akan gencarkan edukasi status gizi," tuturnya.
Sementara itu, Ketua DPC Persagi Kabupaten Madiun, Yayuk Sri Rahayu, berkomitmen penuh mendukung pemerintah daerah.
"Kami ingin Persagi semakin solid dan fokus pada edukasi gizi seimbang, khususnya dalam mendukung program MBG," pungkasnya.
Acara pelantikan ini juga dirangkai dengan seminar kesehatan bertema Optimalisasi Manajemen Food Safety yang menghadirkan narasumber praktisi gizi Taufiqurrohman dan dr Laili Rahmawati. (odi/naz)
Editor : Mizan Ahsani