Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Nurul Huda Sulap Limbah Paralon Jadi Lampu Hias, Omzet Tembus Jutaan

Dian Rahayu • Rabu, 4 Februari 2026 | 02:00 WIB
Nurul Huda memperlihatkan lampu hias berbahan paralon hasil kreativitasnya yang kini diminati pasar luas. DIAN RAHAYU/RADAR MADIUN
Nurul Huda memperlihatkan lampu hias berbahan paralon hasil kreativitasnya yang kini diminati pasar luas. DIAN RAHAYU/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Berawal dari keisengan memanfaatkan sisa limbah bangunan, Nurul Huda, mantan tenaga kerja imigran asal Desa Bacem, Kebonsari, Kabupaten Madiun, kini sukses menekuni usaha kerajinan lampu hias berbahan paralon.

Dari usaha rumahan itu, omzet jutaan rupiah pun berhasil diraih.

Sepulang dari Malaysia beberapa tahun lalu, Huda harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Situasi makin berat saat pandemi Covid-19 melanda dan lapangan pekerjaan menyempit.

Dari keterbatasan itulah ide kreatif muncul: mengolah paralon bekas yang selama ini dianggap tak bernilai.

Dari tangan dinginnya, paralon berubah menjadi lampu hias bernilai seni.

Prosesnya dimulai dari pemotongan sesuai ukuran, penghalusan menggunakan amplas, pemanasan untuk dibentuk dengan cetakan, lalu pemotongan motif, perakitan, hingga pengecatan sesuai pesanan.

“Setelah dibentuk, baru dipotong motifnya, dirangkai, lalu dicat sesuai pesanan,” jelasnya.

Kemampuan itu dipelajari secara otodidak lewat video di internet.

Awalnya, Huda hanya membuat satu dua lampu gantung untuk mengisi waktu luang.

Namun setelah dipasarkan secara daring dengan bantuan sang anak, respons pembeli terus meningkat.

“Iseng buat sendiri, lalu sama anak dipromosikan. Banyak yang minat, akhirnya produksi dan dijual sampai sekarang,” katanya.

Permintaan yang kian stabil membuat Huda merekrut delapan karyawan untuk membantu produksi.

Saat ini tersedia sembilan model lampu hias dengan harga mulai Rp 70 ribu hingga di atas Rp 100 ribu per unit, tergantung desain dan ukuran.

Dalam sehari, penjualan bisa mencapai sekitar 40 unit.

“Alhamdulillah, dari paralon bisa jadi penghidupan saya dan keluarga selama beberapa tahun terakhir,” pungkasnya. (ryu/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#limbah bangunan bernilai #ekonomi kreatif Jawa Timur #UMKM Kebonsari #usaha kreatif madiun #kerajinan daur ulang #lampu hias paralon #madiun #Nurul Huda Bacem