Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Rest Area Pajaran Madiun Berpotensi Jadi Spot Paralayang Lintas Alam

Loditya Fernandes • Kamis, 5 Februari 2026 | 13:30 WIB
Pembangunan Rest Area Pajaran di perbatasan Kabupaten Madiun–Nganjuk berpeluang menjadi titik pendaratan paralayang lintas alam. LODITYA FERNANDES/RADAR MADIUN
Pembangunan Rest Area Pajaran di perbatasan Kabupaten Madiun–Nganjuk berpeluang menjadi titik pendaratan paralayang lintas alam. LODITYA FERNANDES/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Peribahasa sekali dayung dua tiga pulau terlampaui pantas disematkan untuk rencana pembangunan Rest Area Pajaran di perbatasan Kabupaten Madiun dan Nganjuk.

Tak sekadar membuka potensi ekonomi dan wisata umum, rest area ini juga dinilai berpeluang menjadi titik pendaratan wisata olahraga ekstrem paralayang lintas alam.

Peluang itu muncul karena lokasi Rest Area Pajaran masih berada dalam jarak terbang dari Bukit Watubayang, Desa Klangon, Kecamatan Saradan.

“Kalau lintas alam mungkin bisa,” ujar Pelatih Cabor Paralayang Kabupaten Madiun, Titin Yuliana.

Titin menjelaskan, jalur terbang dari Bukit Watubayang menuju Rest Area Pajaran memiliki potensi panorama alam yang menarik.

Atlet maupun wisatawan paralayang dapat menikmati pemandangan perbukitan, hamparan persawahan, hingga jalur tol dan rel kereta api dari udara.

“Kalau jalur ini bisa dikembangkan, pemandangannya sangat lengkap dan menarik,” jelasnya.

Namun demikian, pengembangan paralayang lintas alam tidak bisa dilakukan sembarangan.

Sejumlah aspek teknis harus dikaji mendalam, terutama kondisi angin, cuaca, hingga ketinggian terbang yang aman bagi penerbang.

Selain itu, kesiapan peralatan dan standar keselamatan menjadi faktor utama.

“Kalau lintas alam perlu lihat angin, cuaca, alat dan ketinggian yang cukup,” tambah Titin.

Menurutnya, jarak antara Bukit Watubayang dan lokasi Rest Area Pajaran diperkirakan mencapai sekitar 20 kilometer.

Jarak tersebut masih memungkinkan ditempuh untuk lintas alam paralayang, selama didukung cuaca stabil dan arah angin yang sesuai.

Kajian teknis dan simulasi penerbangan nantinya menjadi penentu kelayakan jalur tersebut.

“Secara jarak masih memungkinkan, tapi tetap harus melalui kajian teknis,” terangnya. (odi/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#Rest Area Pajaran #madiun #wisata baru Kabupaten Madiun #paralayang Saradan #wisata olahraga ekstrem #Bukit Watubayang