Jawa Pos Radar Madiun – Bimbingan manasik haji mulai diikuti calon jemaah haji (CJH) Kabupaten Madiun yang masuk kuota tahun ini.
Total ada 458 CJH yang mengikuti kegiatan tersebut. Manasik sudah dimulai sejak 5 Februari.
“Manasik ini sangat penting agar seluruh calon jemaah haji memahami tahapan ibadah haji secara benar dan sesuai tuntunan,” ujar Wakil Bupati Madiun dr Purnomo Hadi saat menghadiri bimbingan manasik.
Menurutnya, selain pemahaman fikih haji, pemkab juga menaruh perhatian pada kesiapan fisik dan kesehatan calon jemaah.
Kondisi cuaca di Arab Saudi yang berbeda dengan Indonesia diminta menjadi perhatian serius.
“Kami ingin jemaah benar-benar siap, tidak hanya secara ilmu, tetapi juga kesehatan dan mental, sehingga mampu menyesuaikan diri dengan cuaca di Tanah Suci,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Madiun Bisri Mustafa menjelaskan, 458 CJH yang siap berangkat terdiri dari 452 jemaah reguler, tiga petugas kesehatan haji Indonesia, dua pembimbing kloter, serta satu tim pendamping haji daerah (TPHD).
“Kami juga menyiapkan 22 jemaah cadangan yang sewaktu-waktu bisa menggantikan apabila ada jemaah yang berhalangan atau jika ada kuota tambahan,” katanya. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto