Jawa Pos Radar Madiun – Merebaknya Virus Nipah di luar negeri diwaspadai Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun.
Dinkes mewanti-wanti calon jemaah haji (CJH) disiplin menggunakan masker.
“Ini upaya pencegahan agar jemaah berangkat dan pulang dengan selamat tanpa membawa virus apa pun, termasuk virus Nipah,” ujar Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Madiun Agung Dodik Pujianto.
Virus Nipah menjadi perhatian nasional dan internasional. Virus zoonosis berbahaya dengan angka kematian tinggi itu dapat menular melalui darah, makanan, air liur, serta saluran pernapasan.
Untuk mencegah penularan, sejak berangkat, menjalankan ibadah haji, hingga pulang dari Tanah Suci, CJH diminta tetap menggunakan masker.
“Sampai sekarang belum ada kasus di Madiun dan semoga tidak ada,” katanya.
Agung menyebut, pendampingan kesehatan jemaah tetap dilakukan melalui Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) serta edukasi berkelanjutan di puskesmas.
Dinkes juga menyiapkan surat edaran sebagai dasar kewaspadaan yang akan segera disosialisasikan ke seluruh fasilitas kesehatan.
“Kami tinggal menunggu dasar surat himbauan dari Dinkes Provinsi Jatim, setelahnya akan langsung kami sebarkan agar menjadi perhatian dan kewaspadaan masyarakat bersama,” tandasnya.
Selain itu, pemeriksaan kesehatan lanjutan terhadap ratusan CJH akan dilakukan setelah mereka menerima vaksin meningitis.
“Setelah disuntik meningitis, nanti akan kami lakukan check-up secara berkelanjutan mulai dari sekarang sampai menjelang pemberangkatan. Jadi yang kami nyatakan istitaah itu benar-benar istitaah dan itu yang kami jaga,” pungkasnya. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto