Jawa Pos Radar Madiun – Kabar kurang sedap bagi ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner di Madiun.
Mendekati bulan suci Ramadhan 1447 H, harga sejumlah komoditas bumbu dapur, terutama cabai rawit merah, mengalami lonjakan signifikan.
Berdasarkan pantauan Satgas Pangan di beberapa pasar tradisional, harga si pedas ini telah menembus angka Rp 80.000 per kilogram.
Kenaikan ini dirasakan sangat mendadak, mengingat pada Januari lalu harga cabai di tingkat pasar masih tergolong stabil dan rendah.
Namun, memasuki Februari 2026, harga terus merangkak naik seiring dengan meningkatnya permintaan pasar menjelang tradisi megengan.
Cuaca Ekstrem Jadi Biang Kerok
Tim Satgas Pangan Polres Madiun bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun menemukan fakta bahwa lonjakan harga ini dipicu oleh faktor alam.
Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang mengguyur wilayah penghasil cabai dalam beberapa pekan terakhir mengakibatkan banyak tanaman petani terserang penyakit hingga membusuk.
"Faktor utama jelas cuaca. Suplai dari petani berkurang karena panen tidak maksimal, banyak yang rusak akibat air hujan berlebih.
Dampaknya, stok di pasar Caruban dan sekitarnya menipis sementara permintaan warga mulai naik," ujar AKP Agus Andi, Tim Satgas Pangan Polres Madiun saat melakukan sidak di Pasar Sayur Caruban, Selasa (10/2).
Daftar Harga Bahan Pokok Terbaru
Selain cabai rawit merah yang melambung tinggi, beberapa komoditas lain di pasar tradisional Kabupaten Madiun juga menunjukkan fluktuasi harga:
• Cabai Rawit Merah: Rp 80.000/kg
• Bawang Merah: Rp 35.000/kg
• Bawang Putih: Rp 32.000/kg
• Telur Ayam Ras: Rp 28.300/kg
• Daging Sapi: Rp 122.000/kg
• Minyak Kita: Rp 15.700/liter
Satgas Pangan Pastikan Stok Aman
Meski harga beberapa bahan pokok (bapok) meroket, Polres Madiun memastikan bahwa stok kebutuhan pangan secara umum masih mencukupi hingga hari raya Idul Fitri mendatang.
Pihak kepolisian bersama Bulog Cabang Madiun terus melakukan pengawasan ketat guna mencegah adanya praktik penimbunan oleh oknum pedagang nakal.
"Stok aman, masyarakat jangan panic buying. Kami akan tindak tegas jika ditemukan permainan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang merugikan masyarakat," tegas pihak Satgas Pangan.
Untuk menekan harga, Bulog juga gencar melakukan sosialisasi dan penyaluran beras serta minyak goreng dengan harga yang lebih terjangkau.
Bagi warga Madiun, disarankan untuk mulai mengatur belanja dapur dengan bijak.
Fenomena kenaikan harga jelang Ramadhan memang menjadi siklus tahunan, namun kali ini tantangannya lebih berat karena pengaruh cuaca yang sulit diprediksi. (*)
*Sayiddil Akbar, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura
Editor : Mizan Ahsani