Jawa Pos Radar Madiun – Wacana pembangunan akses baru menuju pusat pemerintahan (Puspem) Caruban kembali mengemuka.
Setelah rencana jalan tembus dari Jalan Ahmad Yani, kini muncul gagasan jalur lurus dari kawasan puspem menuju Desa Bulakrejo, Kecamatan Balerejo.
Wacana itu disampaikan Bupati Madiun Hari Wuryanto saat sarasehan Bakti Harmoni Madiun Bersahaja (Bahana Bersahaja) di Bulakrejo, kemarin (11/2) malam.
“Bulakrejo itu berdampingan dengan kantor kabupaten. Sebagai penyangga kota, kalau bisa segera direalisasikan,” ujar bupati.
Bupati menjelaskan, pelurusan dan penataan jalan yang menembus puspem diharapkan memperkuat konektivitas wilayah penyangga ibu kota kabupaten.
Dia juga meminta kesiapan masyarakat jika nantinya ada lahan yang harus digunakan untuk kepentingan pembangunan.
“Nanti yang punya tanah bersedia diambil atau tidak? Tidak merasa terpaksa ya,” katanya di hadapan warga.
Mas Hari Wur –sapaan bupati– menilai jalur lurus menuju puspem akan mendorong pertumbuhan kawasan.
Selain mempercepat mobilitas warga, nilai lahan di sepanjang jalur juga diperkirakan meningkat.
“Kalau sudah ada jalan seperti itu, tanah-tanah di sana harganya akan naik,” jelasnya.
Ditemui usai kegiatan, bupati menegaskan tujuan utama wacana tersebut untuk mempermudah akses masyarakat menuju ibu kota.
Sekaligus mendukung aktivitas ekonomi.
Dengan konektivitas yang lebih baik, jarak tempuh menuju Pasar Caruban bakal lebih dekat.
Bupati berharap hal itu ikut berdampak pada peningkatan keramaian pasar.
“Mempermudah akses dan mengurangi kecelakaan. Kalau mau punya usaha, ke Pasar Caruban juga lebih dekat. Insya Allah nanti Pasar Caruban juga bisa lebih ramai,” pungkasnya. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto