Jawa Pos Radar Madiun – Komisi A DPRD Kabupaten Madiun geleng-geleng kepala atas kasus pencurian belasan chromebook di SDN Tiron 02, Kecamatan Madiun.
Wakil rakyat mewanti-wanti agar kejadian serupa tidak terulang.
Hilangnya 12 chromebook, satu komputer, dan hard disk disebut harus menjadi evaluasi bersama, terutama dalam hal pengamanan aset pendidikan.
“Kami harapkan ada peningkatan kualitas keamanan, baik fisik gedung maupun perkantoran sekolah,” tegas Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Madiun Purwadi.
Komisi A mendesak penjagaan di lingkungan sekolah diaktifkan maksimal selama 24 jam penuh.
Menurut Purwadi, bila sekolah sudah memiliki penjaga namun pencurian tetap terjadi, sistem pengawasan harus dievaluasi serius.
“Kalau sudah ada penjaga tapi masih kemalingan, berarti ada yang teledor,” tuturnya.
Selain itu, pihaknya mendorong pemanfaatan teknologi modern yang terintegrasi untuk pengamanan.
Misalnya pemasangan CCTV yang terhubung jaringan WiFi dan bisa dipantau melalui perangkat Android secara real time.
“Hari ini pemantauan bisa dilakukan lewat teknologi, meski orangnya tidak hadir di lokasi,” imbuhnya.
Lembaga pendidikan juga diminta rutin berkoordinasi dengan aparat keamanan wilayah, seperti Polsek dan Koramil.
Langkah itu dinilai penting untuk memperkuat sistem keamanan lingkungan sekolah.
“Koordinasi dengan aparat wilayah itu bagian dari tugas menjaga keamanan,” jelasnya.
Purwadi juga meminta setiap sekolah menyiapkan ruang khusus penyimpanan aset bernilai tinggi dengan sistem pengamanan kategori high security.
Pengadaan teralis, alarm, atau sistem pengaman lain dapat dianggarkan melalui dana BOS.
“Aset seperti komputer dan hard disk itu mahal dan menyimpan data penting, perlu ruang khusus dengan pengamanan maksimal,” paparnya.
Pengawasan berkelanjutan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) juga dinilai penting, tidak hanya pada aspek pembelajaran, tetapi juga keamanan lingkungan sekolah.
“Kami harap ini yang pertama dan terakhir. Aset yang hilang itu milik negara dan harus menjadi tanggung jawab bersama,” tambahnya. (odi/her)
Editor : Hengky Ristanto