Jawa Pos Radar Madiun – Refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati Madiun Hari Wuryanto dan Wabup dr. Purnomo Hadi digelar tak biasa.
Acara berlangsung dini hari sekitar pukul 00.30 dan dirangkai sahur bersama di Pendapa Muda Graha, Jumat (20/2).
Momentum itu menandai setahun pelantikan pasangan kepala daerah tersebut.
Mas Hari Wur –sapaan Bupati Madiun– menyebut selama setahun terakhir pihaknya berupaya maksimal melayani masyarakat.
“Kami sudah berupaya maksimal memberikan layanan terbaik, tapi tentu ada yang belum bisa maksimal dan itu akan kami perbaiki,” ujarnya.
Selama setahun, Kabupaten Madiun meraih 28 penghargaan. Indeks Reformasi Birokrasi 85,73, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup 74,47, Indeks Risiko Bencana turun ke 114,33.
Pertumbuhan ekonomi triwulan III 2025 tercatat 5,14 persen, IPM 75,47, kemiskinan 10,40 persen, dan pengangguran 3,22 persen.
Memasuki tahun kedua, fokus diarahkan pada penurunan angka kemiskinan yang masih 10,40 persen, di atas rata-rata Jatim 9,2 persen.
Tiga kecamatan menjadi lokus prioritas: Saradan, Pilangkenceng, dan Gemarang.
“Lokusnya sudah ketemu, sasarannya sudah ada, tinggal tindak lanjutnya,” tandasnya.
Salah satu strategi ialah program Sekolah Rakyat bagi keluarga miskin desil 1 dan 2 dengan skema berasrama hingga lulus D1.
Sejumlah instruksi juga diberikan kepada OPD, mulai inovasi puskesmas, percepatan koperasi desa, hingga proyek jalan tembus Alun-Alun Caruban–Jl Ahmad Yani.
Wabup dr. Purnomo Hadi menegaskan, refleksi bukan sekadar seremoni.
“Masyarakat tidak butuh retorika, tapi perwujudan. Kita harus berani berinovasi dan ada hasilnya,” tegasnya. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto