Jawa Pos Radar Madiun – Program pembelajaran luar kelas bertajuk Masyarakat Terdidik, Cerdas, dan Terampil (Master Cete) terus menuai apresiasi.
Inovasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Madiun itu dinilai berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
Kepala Dikbud Kabupaten Madiun Agus Sucipto mengatakan, Master Cete dirancang agar siswa SD dan SMP merasakan pengalaman belajar di luar kelas minimal sekali dalam setahun.
“Anak-anak paling tidak satu kali dalam setahun merasakan outdoor learning, tetapi di dalam wilayah sendiri,” ujarnya.
Pada 2025, program ini diuji coba di Madiun Umbul Square, Monumen Kresek, dan Waduk Bening Widas.
Respons masyarakat dan peserta didik cukup tinggi.
“Masyarakat berharap program ini terus berlanjut karena sangat membantu menggerakkan UMKM di sekitar lokasi,” katanya.
Memasuki 2026, cakupan diperluas menjadi 10 titik, di antaranya Pasar Pundensari, Waduk Dawuhan, Paralayang Watubayang, Taman Lembang Ngale, Kampung Ceria Pula, hingga Lapangan Bangunsari Dolopo.
Setiap hari, rata-rata 150–200 siswa mengikuti kegiatan. Tarif masuk lokasi juga mendapat keringanan.
“Misalnya cukup Rp 5 ribu. Di Kresek dari Rp 10 ribu jadi Rp 3 ribu. Murah, tapi perputaran uang tetap ada,” jelasnya.
Dari sisi pembelajaran, siswa dilatih tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, permainan tradisional, senam, hingga unjuk bakat di panggung showcase.
“Semua lembaga wajib menampilkan muridnya. Mereka jadi lebih percaya diri,” tuturnya.
Program ini mendapat apresiasi BBPMP Jatim dan bahkan menjadi referensi Kementerian Dikdasmen untuk program serupa.
“Semua jenjang SD dan SMP kami jadwalkan merasakan Master Cete setahun sekali,” pungkasnya. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto