Jawa Pos Radar Madiun – Dampak banjir di Kecamatan Balerejo mulai dipetakan secara detail.
Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperta) Kabupaten Madiun turun langsung melakukan pendataan lahan persawahan yang terdampak genangan di sejumlah desa.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperta Kabupaten Madiun Sudjiono menyampaikan, hasil pendataan sementara menunjukkan dua desa terdampak.
Yakni Desa Gading seluas 10 hektare dan Desa Kedungrejo sekitar 5 hektare.
’’Total sementara sekitar 15 hektare lahan pertanian terdampak,” ungkapnya, kemarin (23/2).
Mayoritas tanaman yang terendam merupakan padi berusia muda.
Di Desa Gading, umur tanaman rata-rata baru 5–15 hari setelah tanam (HST) sehingga masih sangat rentan apabila kembali terjadi genangan.
’’Semoga tidak hujan lagi. Karena tanaman masih muda, kalau tidak banjir lagi insya Allah bisa tumbuh normal,” ujarnya.
Pendataan dilakukan bersama penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan pemerintah desa.
Keterlibatan PPL dinilai penting karena memahami kondisi lahan sekaligus fase pertumbuhan tanaman petani.
Disperta juga menyiapkan langkah lanjutan berupa bantuan benih apabila ditemukan tanaman rusak.
Terutama bagi lahan dengan tanaman yang masih berada pada fase awal pertumbuhan.
’’Kami sesuaikan dengan kondisi di lapangan,” imbuh Sudjiono. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto