Jawa Pos Radar Madiun – Komitmen pengentasan kemiskinan terus digenjot Pemkab Madiun di wilayahnya.
Salah satu langkah strategis yang dikawal serius adalah realisasi program Sekolah Rakyat (SR) sebagai bagian dari Asta Cita Presiden.
Program ini diproyeksikan menjadi instrumen konkret memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan gratis dan terintegrasi.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Madiun Supriyadi menjelaskan, arahan Bupati Hari Wuryanto sangat jelas agar SR bisa segera beroperasi.
Kepala daerah menaruh perhatian besar terhadap percepatan pembangunan karena program tersebut dinilai selaras dengan upaya pengentasan kemiskinan.
‘’Pak Bupati sangat concern agar SR ini bisa segera beroperasi di Kabupaten Madiun. Ini bagian dari ikhtiar untuk menurunkan angka kemiskinan,” ungkapnya.
Pembangunan SR telah dimulai awal 2026 di Kelurahan Nglames, tepatnya di lahan eks bengkok seluas 5,8 hektare.
Seluruh persyaratan administratif maupun teknis telah difasilitasi pemkab agar proses pembangunan berjalan maksimal.
Diharapkan, dalam waktu tujuh bulan sejak Januari, pembangunan rampung sehingga Agustus mendatang sekolah sudah dapat menerima siswa.
“Insya Allah bulan kedelapan atau Agustus sudah bisa beroperasi,” katanya.
SR di Kabupaten Madiun akan mengusung konsep integrasi jenjang pendidikan, mulai SD, SMP, hingga SMA dalam satu kawasan.
Baca Juga: Siap-Siap War! Penukaran Uang Baru 2026 via PINTAR BI Wilayah Jawa Resmi Dibuka Hari Ini
Kapasitas maksimal diproyeksikan mencapai 1.200 siswa jika seluruh rombongan belajar terisi penuh.
Saat ini, Dinas Sosial mendapat tugas melakukan pendataan calon siswa (casis) agar saat operasional dimulai, seluruh kuota bisa terpenuhi.
‘’Targetnya 1.200 siswa bisa terisi penuh karena ini program pemerintah pusat,” jelasnya.
Supriyadi menilai dampak program ini tidak hanya dirasakan siswa, tetapi juga keluarga mereka.
Dengan pendidikan yang difasilitasi negara, beban biaya sekolah dapat ditekan sehingga orang tua bisa lebih fokus memperkuat ekonomi keluarga.
Pihaknya pun berani memperkirakan, jika 1.200 siswa tertampung, maka ribuan anggota keluarga turut terbantu secara tidak langsung.
‘’Artinya bukan hanya anaknya yang sekolah, tapi keluarganya ikut terbantu karena tidak lagi terbebani biaya pendidikan,” tandasnya.
Terkait target penurunan kemiskinan, pemkab berharap angka kemiskinan Kabupaten Madiun bisa ditekan minimal setara rata-rata Provinsi Jawa Timur (Jatim).
Saat ini, angka kemiskinan Kabupaten Madiun berada di kisaran 10,4 persen, sedangkan rata-rata Jatim 9,8 persen.
Dengan beroperasinya SR serta program intervensi lainnya, pemkab menargetkan angka tersebut bisa turun di bawah rata-rata provinsi.
‘’Harapan kami minimal sama dengan rata-rata Jatim, bahkan kalau bisa di bawahnya, sehingga kita tidak menyumbang angka kemiskinan, tetapi ikut meringankan,” pungkasnya. (odi/aan/*)
Editor : Mizan Ahsani