Jawa Pos Radar Madiun – Pemkab Madiun serius mengawal pembangunan Sekolah Rakyat (SR).
Bupati Madiun Hari Wuryanto meninjau langsung progres pembangunan SR di Kelurahan Nglames, kemarin (24/2).
Proyek yang dikerjakan PT Brantas Abipraya itu ditarget rampung 20 Juni mendatang agar dapat digunakan pada tahun ajaran baru Juli.
Monitoring diikuti sejumlah kepala OPD, mulai Dinsos, DPUPR, Dishub hingga DPMPTSP.
’’Kami ingin melihat progresnya sudah sampai mana, karena 20 Juni harus sudah selesai,’’ ujar Mas Hari Wur, sapaan bupati.
Berdasarkan paparan rekanan, pekerjaan struktur utama seperti pemancangan tiang sebagian besar telah rampung.
Pekerjaan tersisa berada di beberapa titik, terutama area asrama.
Pemancangan menggunakan tiang sepanjang 12 meter untuk memastikan kekuatan konstruksi.
Bupati menegaskan pelaksanaan proyek harus mengedepankan kehati-hatian dan kesesuaian spesifikasi teknis.
Aspek keselamatan menjadi prioritas utama karena bangunan akan digunakan anak-anak dan dirancang tahan terhadap potensi gempa.
’’Semuanya untuk anak-anak kita. Jangan sampai bangunan ini membahayakan. Safety wajib diperhatikan,’’ tegasnya.
Pembangunan sempat dikeluhkan warga akibat kebisingan saat pemancangan.
Pemkab bersama pelaksana proyek telah melakukan sosialisasi dan meminta pengertian masyarakat.
Beberapa titik kini menggunakan sistem hidrolis guna meminimalkan suara bising.
Pemkab memastikan dukungan penuh diberikan, mulai perizinan hingga kesiapan penerima manfaat.
Hari optimistis pembangunan SR dapat selesai tepat waktu sesuai target.
’’Insya Allah selesai sesuai jadwal,’’ imbuhnya. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto