Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Balap Liar Diubah Jadi Ajang Resmi, Pemuda Sambirejo Madiun Gelar Osaka Street Run

Loditya Fernandes • Rabu, 25 Februari 2026 | 21:00 WIB

LEGAL: Peserta Osaka Street Run bersiap di garis start lomba sprint 100 meter di jalan Desa Dusun Perkoel, Sambirejo, Minggu (22/2) malam.
LEGAL: Peserta Osaka Street Run bersiap di garis start lomba sprint 100 meter di jalan Desa Dusun Perkoel, Sambirejo, Minggu (22/2) malam.

Jawa Pos Radar Madiun – Karang taruna Desa Sambirejo, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, menghadirkan terobosan positif selama Ramadan.

Mereka menyediakan jalur legal bagi pemuda yang ingin adu kemampuan lari sprint melalui kompetisi bertajuk Osaka Street Run.

Minggu malam (22/2), belasan pemuda tampak bersiap di garis start di jalan desa Dusun Perkoel.

Di bawah penerangan sederhana, peserta melesat mengikuti lomba sprint 100 meter yang digelar secara resmi.

Ketua Karang Taruna Sambirejo Aditya Arya mengatakan kegiatan tersebut berangkat dari keresahan maraknya balap lari liar yang kerap muncul saat Ramadan.

’’Karena tiap Ramadan banyak anak-anak balap lari 100 meter. Jadi kami ingin mewadahi teman-teman yang punya bakat sprint secara legal,” ujarnya.

Ide tersebut muncul dari diskusi bersama rekan mahasiswa Universitas PGRI Madiun (Unipma).

Nama Osaka dipilih sebagai akronim bahasa Jawa, obahe sikil agawe kuat awake, yang berarti bergeraknya kaki membuat tubuh menjadi kuat.

Panitia kemudian membuka pendaftaran daring serta mengurus perizinan ke pemerintah desa dan kepolisian.

Ajang tersebut digelar bekerja sama dengan BEM Unipma, Himadira, dan Unipma Wall Climbing Club.

Sebanyak 16 pelari mengikuti gelaran perdana, terdiri atas 12 kategori pelajar dan empat kategori umum.

Beberapa peserta bahkan merupakan atlet resmi yang datang bersama pelatih.

Biaya pendaftaran dipatok Rp 50 ribu untuk kategori umum dan Rp 15 ribu bagi pelajar.

Kegiatan juga mendapat dukungan swadaya masyarakat serta perangkat desa.

Aditya berharap Osaka Street Run dapat menjadi wadah pembinaan atlet sprint sekaligus alternatif kegiatan positif bagi pemuda selama Ramadan.

’’Kami ingin kegiatan ini berkembang dan mendapat dukungan dinas terkait agar bisa menjadi pembinaan atlet,” katanya.

Perangkat Desa Sambirejo Adjar Putra Dewanto menilai kegiatan tersebut memberi warna baru bagi aktivitas Ramadan di desa.

’’Kegiatannya sangat positif dan disambut antusias masyarakat,” tuturnya. (odi/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#sprint 100 meter Indonesia #Karang Taruna Sambirejo #Osaka Street Run #Pembinaan Atlet Muda #balap lari Ramadan #olahraga desa Madiun #event Ramadan Madiun #madiun